Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pemulung Di TPA Bantargebang Kota Bekasi Tahun 2021

Ranti Apriliani, Suherman Suherman, Ernyasih Ernyasih, Nur Romdhona, Munaya Fauziah

Abstract


Contact dermatitis is dermatitis caused by materials or substances that stick directly to the skin, dermatitis is known as two types, irritant and allergic dermatitis. Irritant contact dermatitis ranks first with 80% and allergic contact dermatitis ranks second with 14%-20%. Epidemiological studies in Indonesia showed that 97% of 389 cases were contact dermatitis, of which 66.3% were irritant contact dermatitis and 33.7% were allergic contact dermatitis. The impact of the incidence of irritant contact dermatitis has an impact on health, required treatment and reduced workers' income. This study was conducted to determine the relationship between personal hygiene and the incidence of irritant contact dermatitis in scavengers at the Bantargebang TPA, Bekasi City. The study design is cross-sectional with primary data, with interview method. A sample of 134 people, the retrieval is done by purposive sampling technique. Data analysis using chi square test (α = 0.05). In this study, the variables related were skin hygiene (p value = 0.000 and OR = 4,861), hand, foot and nail hygiene (p value = 0.000 and OR = 7,930), clothing hygiene (p value = 0.000 and OR = 4,899). There is a relationship between personal hygiene (cleanliness of the skin, cleanliness of hands, feet and nails, cleanliness of clothes) with the incidence of irritant contact dermatitis.  It is expected that scavengers at the Bantargebang TPA Bekasi City should pay more attention to personal hygiene such as always maintaining skin cleanliness, hand, foot and nail hygiene, and clothing hygiene.


Keywords


Contact Dermatitis, Personal Hygiene. Scavenger

Full Text:

PDF

References


Akbar, H. (2020) ‘Hubungan Personal Hygiene dan Pekerjaan dengan Kejadian Dermatitis di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat’, PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), pp. 1–5. Available at: http://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/PJKM/article/view/1111.

Ambarsari, D. D. and Mulasari, S. A. (2018) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Subyektif Dermatitis Kontak Iritan pada Petugas Pengepul Sampah di Wilayah Kota Yogyakarta’, Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(2), p. 80. doi: 10.14710/jkli.17.2.80-86.

Audina, D. V., Budiastuti, A. and widodo, YL, A. (2017) ‘Fakor Penyebab T erjadinya Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Pekerja Salon’, 6, pp. 1–11.

Azizah and Nurcandra, F. (2019) ‘Hubungan Higiene Perorangan Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gangguan Kulit Pada Petugas Pengangkut Sampah Kota Tangerang Selatan Tahun 2018 Individual Hygiene Relationship and Use of Personal Protective Equipment with Skin Disorders in the South’, 11, pp. 126–140.

Cohen, D. (1999) Occupational Dermatosis, Handbook of Occupational Safety and Health,. Second edi.

Dewi, S., tina, L. and Nurzalmariah, W. (2017) ‘Hubungan Personal Hygiene, Pengetahuan Dan Pemakaian Sarung Tangan Dengan Kejadian Penyakit Dermatitis Kontak Pada Pemulung Sampah Ditpa Puuwatu Kota Kendari Tahun 2016’, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 2(6), p. 184961. doi: 10.37887/jimkesmas.

Dinda, R. S. (2019) Determinan Kejadian Dermattis Kontak pada Pekerja Industri Tahu di Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso.

DIwa, M. A. P. S. (2018) ‘Pengaruh penggunaan bahan kimia dan Personal Hygiene Terhadap Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja Bagian Produksi’.

Djuanda, A. (2007) Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi 5 Bagian Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Fera, R. and Said, A. (2018) ‘Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Petani di Wilayah Kerja Puskesmas Lameuru Kecamatan Ranomeeto Barat Kabupaten Konawe Selatan’, Jurnal MJPH, 1(2), pp. 1–12.

Harim, A. (2016) Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Alergi Kulit. 1st edn. FK UKI.

hastuty, M. (2018) ‘Hubunan Personal Hygiene dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan pada Pekerja di PT. Perindustrian dan Perdagangan Bangkinang Tahun 2016’, 2, p. 121.

Hilda, R. A. (2015) ‘Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pekerja Industri Tahu Daerah Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus Tahun 2015’, Universitas Negeri Semarang, pp. 1–87.

Imartha, A. giovano (2015) ‘Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Petugas Sampah di TPA’, 4, pp. 115–120.

Isro’in, L. and Andarmoyo, S. (2012) Personal Hygiene Konsep, Proses, dan Aplikasi dalam Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Janah, D. L. (2019) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dermatitis Kontak pada Pemulung di TPA Blondo Kabupaten Semarang’, pp. 1–101. Available at: http://repository.stikes-bhm.ac.id/id/eprint/609.

Jimah, C. T. et al. (2020) ‘Karakteristik dan Manajemen Dermatitis Kontak di Pelayanan Kesehatan Primer Samarinda’, 7(September).

Karolina, I. (2016) ‘Hubungan Antara Personal Hygiene Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (Apd) Dengan Kejadian Dermatitis Kontak Iritan Pada Pemulung’, Jurnal Skripsi.

Kusnin, R. M. (2015) ‘Hubungan Antara Personal Hygiene dan Pemakaian Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Penyakit Kulit Pada Pemulung Di TPA Tanjung Rejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus’, Skripsi, (Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahra), p. semarang.

Lestari, F. and Utomo, H. S. (2007) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Dermatitis Kontak pada Pekerja di PT Inti Pantja Press Industri).’, Jurnal Makara Kesehatan, 11(2), pp. 61–68.

Mausulli, A. (2010) Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Pengolahan Sampah Di TPA Cipayung Kota Depok Tahun 2010 (xvii, Το Βημα Του Ασκληπιου.

Nanto, S. S. (2015) ‘Kejadian Timbulnya Dermatitis Kontak Pada Petugas Kebersihan’, 4(November), pp. 147–152.

Narvatilova, T. (2019) ‘Hubungan Personal Hygiene Karakteristik Individu dengan Keluhan Gangguan Kulit pada Pemulung Anak Usia SD di TPA Terjun Marelan Tahun 2019’.

Nopa, E., Imansari, R. D. and Rachman, I. (2017) ‘Faktor Risiko Kejadian Penyakit Kulit Pada Pekerja Pengangkut Sampah Di Kota Jambi’, Riset Informasi Kesehatan, 6(2), p. 129. doi: 10.30644/rik.v6i2.87.

Notoatmotjo, S. (2005) Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.

Notoatmodjo, S. (2010) Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Novianto, N. (2015) ‘Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Pengecoran Logam Pt. Sinar Semesta (Studi Kasus Tentang Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Ditinjau dari Pengetahuan Terhadap Potensi Bahaya dan Resiko Kecelakaan Kerja pada Pekerja Pengecoran L’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 3(1), pp. 417–428.

Paendong, R., Pandaleke, H. and Mawu, F. (2017) ‘Gambaran Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Petugas Cleaning Service di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado’, e-CliniC, 5(2). doi: 10.35790/ecl.5.2.2017.18283.

Potter, P. A., Perry, A. G. and Asih, Y. (2005) Buku Ajar: Fundamental Keperawatan (Konsep. Proses, dan Praktik) Vol. 1. Jakarta: EGC.

Prahayuni, A. P. (2018) ‘Hubungan Personal Hygiene dan Penggunaan APD dengan Kejadian Dermatitis pada Petani Padi di Desa Kebonsari Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun’.

Prasetyaningrum, N. D. K., Joko, T. and Astorina, N. (2017) ‘Kajian Timbul Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Rumah Tangga di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang’, 5, pp. 766–775.

Prihastuti, R. (2018) ‘Program studi s1 kesehatan masyarakat fakultas kesehatan masyarakat universitas sumatera utara 2018’.

Rany, P. (2018) ‘Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Kulit Pityriasis Versicolor Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun’, Skripsi STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, pp. 26–29.

Rendy, M. C. (2013) Buku Saku: Keterampilan Dasar Keperawatan. Nuha Medika.

Retnoningsih, A. (2017) ‘Analisis Faktor-faktor Kejadian Dermatitis Kontak Pada Nelayan (Studi Kasus di Kawasan Tambak Lorok Kelurahan Tnajung Mas Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang)’, Skripsi.

V. Rininda, M. D. (2015) ‘Faktor-Faktor yang Mempengarumi Dermatiis Kontak Akibat Kerja pada Karyawan Salon (Factors Affecting to The Incidence of Occupational Contact Dermatitis)’, agromend Unila, 2(2), pp. 156–160. Available at: https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1206.

Sajida, A. (2012) ‘hubungan personal hygiene dan sanitasi lingkungan dengan keluhan penyakit kulit di kelurahan denai kecamatan medan denai kota medan tahun 2012’, 66, pp. 37–39.

Singga, S. (2014) ‘Gangguan kesehatan pada Pemulung di TPA Alak Kota Kupang’, Jurnal MKMI, pp. 30–35. Available at: https://journal.unhas.ac.id/index.php/mkmi/article/view/475/289.

Soebaryo, R. W. (1994) Dermatitis Kontak. Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia.

Srisantyorini, T. and Cahyaningsih, N. F. (2019) ‘Analisis Kejadian Penyakit Kulit pada Pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi’, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 15(2), p. 135. doi: 10.24853/jkk.15.2.135-147.

Susanty, E. (2015) ‘Hubungan Personal Hygiene dan Karakteristik Individu Terhadap Kejadian Dermatis pada Petani Rumput Laut di Dusun Puntondo Kabupaten Takalar’.

Tim K3 FT UNY (2014) Buku Ajar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).

Widianingsih, K. and Basri, S. (2017) ‘Kejadian Dermatitis Kontak pada Pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pecuk Indramayu’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), pp. 45–52.

Widyawati, A. (2017) ‘Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene Penjamah Makanan di Unit Instalazi Gizi Rumah Sakit Islam Siti aaASTRILIA WIDYAWATI’.

Yulianto, Hadi, W. and Nurcahyo, R. J. (2020) Hygiene, Sanitasi dan K3. Yogyakarta: Graha Ilmu




DOI: https://doi.org/10.24853/eohjs.2.2.221-234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Diterbitkan oleh

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat

Tangerang Selatan, 15419, 
Email: jurnal_eohsj@umj.ac.id

Powered by Puskom-UMJ