MEME GUS MIFTAH DI TIKTOK: ANALISIS WACANA KRITIS TENTANG DAKWAH, BUDAYA POPULER, DAN DINAMIKA SOSIAL
MEME GUS MIFTAH DI TIKTOK: ANALISIS WACANA KRITIS TENTANG DAKWAH, BUDAYA POPULER, DAN DINAMIKA SOSIAL
DOI:
https://doi.org/10.24853/jkii.3.1.266-287Abstrak
Penelitian ini menganalisis fenomena meme ceramah Gus Miftah di platform TikTok menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. TikTok sebagai ruang budaya populer telah menjadi media strategis dalam membentuk dan menyebarkan wacana keagamaan, khususnya melalui format meme yang bersifat humoris dan partisipatif. Gus Miftah, dengan gaya dakwahnya yang santai dan inklusif, menjadi figur yang sering dijadikan bahan remix digital oleh pengguna TikTok, yang memotong dan mengedit ceramahnya menjadi konten hiburan sekaligus kritik sosial. Penelitian ini mengkaji tiga dimensi wacana: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Temuan menunjukkan bahwa meme-meme tersebut tidak hanya menyederhanakan pesan keagamaan agar lebih mudah diterima generasi muda, tetapi juga menciptakan interpretasi baru yang kadang menyimpang dari makna aslinya. Selain itu, fenomena ini merefleksikan relokasi otoritas keagamaan dari institusi formal ke ruang digital yang dikuasai oleh logika algoritma dan budaya partisipatif. Kesimpulannya, meme di TikTok bukan hanya bentuk hiburan digital, melainkan instrumen wacana yang membentuk cara baru dalam memahami dakwah, agama, dan relasi sosial di era digital.##submission.downloads##
Diterbitkan
2025-06-30
Terbitan
Bagian
Articles