Peran Teman Sebaya Terhadap Perilaku Seksual Berisiko di SMA X dan SMK Y Cibinong Tahun 2018

AYU ARIFIANINGSIH

Abstract


Masa remaja merupakan masa krisis identitas, dalam proses tersebut akan terjadi perubahan dalam bersikap, dan berperilaku sosail. Bentuk-bentuk tingkah laku ini bermacam macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu dan bersenggama. Perilaku menyimpang pada remaja saat ini seperti perilaku seksual berisiko meningkat dari tahun ke tahun dan sangat dipengaruhi oleh teman sebayanya yang dapat menurunkan kualitas remaja dan dapat meningkatkan risiko pada kesehatan reproduksinya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh peran teman sebaya sebagai variabel paling dominan yang berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko setelah dikontrol variabel perancu (jenis kelamin, pengetahuan, sikap, pengaruh media informasi dan komunikasi dengan keluarga/orang tua). Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2018 dengan responden sebanyak 203 responden yang diambil secara Stratified Random sampling. Hasil analisis didapatkan responden yang memiliki perilaku seksual berisiko tidak ringan (56,7%) diantaranya berciuman basah (31%), memegang payudara (10,3%), memegang alat kelamin (6,9%), melakukan onani/masturbasi dengan pasangan (5,4), dan senggama/intercourse (3%). Ada pengaruh peran teman sebaya (58,6%), jenis kelamin laki-laki (51,7%), pengetahuan kurang (56,2%), sikap negatif  (50,7%) ada pengaruh media informasi (52,2%) dan komunikasi dengan keluarga/orang tua (54,2%). Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara peran teman sebaya dengan perilaku seksual berisko dengan nilai Pvalue (0,000). Penelitian ini terdapat pengaruh teman sebaya terhadap perilaku seksual berisiko.


Keywords


Risky Sexual Behavior, The Role of Peer, Adolescentmaja

Full Text:

PDF

References


Sarwono, S.W. Psikologi remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada ; 2011.

World Health Organization. WHO Definition of Health. PBB: Geneva; 2012.

Youth Risk Behavior Survei. Adolescent and School Health. USA : U.s Departement of Health and Human Services/Centers for Disease Control and Prevention ; 2016.

Infodatin kemenkes RI. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Jakarta: Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja 29 Juni-Dalam Rangka HariKeluarga Nasional.; 2014.

Riyanto A. Pengolahan dan Analisis Data Kesehatan. 3rd ed. Yogyakarta: Nuha Medika; 2010.

Sabri. Statistik Kesehatan Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada; 2008

Dahlan, M. Sopiyudin. Analisis Multivariat Regresi Logistik. Jakarta: Epidemiologi Indonesia ; 2012.

Arikunto S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta; 2010.

Mahmudah. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang. Jurnal Fakultas Kesehatan Universitas Andalas. Padang ; 2016.

Suwarsi. Analisis Faktor Penyebab Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja di Desa Wedomartani Sleman Yogyakarta. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia. 2016 ; 4:39-43.

Widman, Choukas-Bradley, Helms, Prinstein. Adolescent Susceptibility to Peer Influence in Sexual Situations. The Journal of Adolescent Health, Official Publication of the Society for Adolescent Medicine. 2016 ; 3 : 34-203.

Rusmiati, D. Hubungan Sikap Terhadap Keperawanan Dengan Perilaku Seks Dalam Berpacaran (Anilisis SDKI-KRR Tahun 2012). UI Journal of Public Health. 2014 ; 10: 2-3.

Samino. Analisis Perilaku Seks Remaja SMAN 14 Bandar Lampung 2011. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012 ; 1:4.




DOI: https://doi.org/10.24853/mphj.v2i1.10378

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


MPHJ: Muhammadiyah Public Health Journal

E-ISSN: 2723-4266

----------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat

Tangerang Selatan, 15419, 
Email:[email protected]

----------------------------------------------------------------------------

 


Pengunjung Kami
Powered by Puskom-UMJ