Karakteristik Klinis dan Skor Ankle Brachial Index (ABI) Pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan

Dede Renovaldi, Raudatul Sifa Afrijiyah

Abstract


Latar belakang: Lansia adalah seseorang yang sudah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia rentan mengalami beberapa masalah kesehatan vaskular seperti, hipertensi, stroke, diabetes melitus dan jantung koroner yang terpengaruh oleh keterlambatan regeneratif yaitu fisik, kognitif bahkan emosional. Salah satu metode untuk mendeteksi gangguan ini adalah Ankle Brachial Index (ABI). Ankle Brachial Index (ABI) adalah metode yang direkomendasikan untuk diagnosis penyakit arteri perifer (PAP), yakni penyakit yang menyebabkan gangguan aliran darah pada ekstremitas yang biasanya disebabkan oleh aterosklerosis. Tujuan: Penelitian. Diketahuinya karakteristik klinis dan skor Ankle Brachial Index (ABI) pada Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan karakteristik klinis dengan skor ABI pada lansia dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh (IMT) dan riwayat komorbid terhadap skor ABI pada lansia dengan nilai p pada IMT (p=0.002) dan nilai p pada riwayat komorbid (p=0.000). namun tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan riwayat merokok dengan skor Ankle Brachial Index (ABI) pada lansia dengan nilai (p= >0,05). Simpulan: Mayoritas lansia di Panti Sosial Tresna Budi Mulia 3 memiliki skor Ankle Brachial Index (ABI) yang normal. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, dan riwayat merokok dengan skor Ankle Brachial Index (ABI), namun terdapat hubungan bermakna antara indeks massa tubuh (IMT) dan riwayat komorbid terhadap skor ABI. 


Keywords


ankle brachial index (ABI); indeks massa tubuh (IMT); lansia; merokok; penyakit arteri perifer (PAP)

Full Text:

PDF

References


Lindayani A, Urifah S, Suwandi EW. Gambaran hipertensi pada lansia di wilayah kerja puskesmas cukir jombang. J Edunursing. 2018;2(2):63–9.

McDermott MM. Sex Differences in the Ankle Brachial Index Measurement and Interpreting Findings of Sex Differences in Peripheral Artery Disease Burden. Circ Cardiovasc Qual Outcomes [Internet]. 2016 Feb;9(2 Suppl 1):S5–7. Available from: https://pubmed.ncbi. nlm.nih.gov/26908860

Habibie YA. Peripheral Arterial Disease ; What should we know ? 2017;(September):22–33.

Gamayani U, Miftarhurachman, Lailiyya N, Juhama H. Correlation between ankle-brachial index score and diabetic polyneuropathy degeree of severity. Majalah Kedokteran. 2019;

Wang W, Zhao T, Geng K, Yuan G, Chen Y, Xu Y. Smoking and the Pathophysiology of Peripheral Artery Disease. Front Cardiovasc Med [Internet]. 2021 Aug 27;8:704106. Available from: https://pubmed.ncbi. nlm.nih.gov/34513948

Subramaniam T, Nang EEK, Lim SC, Wu Y, Khoo CM, Lee J, et al. Distribution of ankle--brachial index and the risk factors of peripheral artery disease in a multi-ethnic Asian population. Vasc Med. 2011 Apr;16(2):87–95.

Oktarin C. Gambaran nilai ankle brachial pressure index pada penderita diabetes mellitus di klinik asri wound care. Fakultas Keperawatan; 2020.

Tursinawati Y, Kartikadewi A, Nuriyah K, Setyoko S, Yuniastuti A. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Etnis Jawa. J Kesehat. 2020;11(2):197.

Savitri M, Wantania F, Sedli BP. Hubungan Merokok dan Obesitas Sentral dengan Nilai Ankle-Brachial Index pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. 2020;8(28):52–7.

Lee C-C, Tsai M-C, Liu S-C, Pan C-F. Relationships between chronic comorbidities and the atherosclerosis indicators ankle-brachial index and brachial-ankle pulse wave velocity in patients with type 2 diabetes mellitus. J Investig Med [Internet]. 2018 Aug 1;66(6):966 LP – 972. Available from: http://jim.bmj.com/content/66/6/966.abstract

Supriati L, Pengajar S, Keperawatan J, Kedokteran F, Brawijaya U. Stress, indeks massa tubuh (imt) dengan kejadian hipertensi pada lansia di kabupaten malang. 2020;44–50.

Azwaldi, Wicaturatmashudi S. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Ankle Brachial Pressure Index di Poli Penyakit dalam RSUP Dr. M. Hoesin Palembang Tahun 2012. J Keperawatan Sriwij. 2012;1–6.

Jazayeri M-A, Waheed S, Shah Z, Parashara D, Gupta K. Impact of Body Mass Index on the Association of Ankle-Brachial Index With All-Cause and Cardiovascular Mortality: Results from the National Health and Nutrition Examination Survey. Mayo Clin proceedings Innov Qual outcomes [Internet]. 2019 Oct 22;3(4):409–17. Available from: https://pubmed.ncbi. nlm.nih.gov/31993559

Wicaturatmashudi S. Faktor Determinan Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) pada Pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. J Keperawatan Sriwij. 2019;6(2355):16–26.

Fowkes FGR, Aboyans V, Fowkes FJI, McDermott MM, Sampson UKA, Criqui MH. Peripheral artery disease: epidemiology and global perspectives. Nat Rev Cardiol. 2017 Mar;14(3):156–70.

Purnayoga B. Hubungan antara indeks massa tubuh dengan penyakit arteri perifer di posyandu lansia Nusa Indah Desa Pabelan Kartasura. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2018.

Cahyono TD, Purwanti OS. Hubungan antara Lama Menderita Diabetes dengan Nilai Ankle Brachial Index. J Ber Ilmu Keperawatan. 2019;12(2):65–71.




DOI: https://doi.org/10.24853/mujg.3.1.9-16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

   

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

Copyright of Muhammadiyah Journal of Geriatric (e issn: 2721-6837)

Powered by Puskom-UMJ