ANALISIS PENGGUNAAN PEMARKAH KOHESI PADA CERPEN EYANG KARYA PUTU WIJAYA
Abstract
Cerpen merupakan karya sastra berbentuk prosa fiksi yang ditulis dalam mentuk teks naratif secara singkat. Cerpen memiliki enam struktur, yaitu abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda. Dalam penulisannya cerpen menggunakan berbagai macam pemarkah kohesi agar menjadi sebuah karya tulis yang utuh dan padu baik antar kalimat atau antar paragrafnya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mencari, mendeskripsikan, dan mengetahui bentuk-bentuk dari penggunaan pemarkah kohesi pada cerpen “Eyang” karya Putu Wijaya. Metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode kualitatif dengan teknik berupa analisis isi. Sumber data yang digunakan berasal dari cerpen “Eyang” karya Putu Wijaya. Dari penelitian ini ditemukan hasil berupa penggunaan pemarkah kohesi berupa pronomina konjungsi, dan hubungan leksikal pada cerpen. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bentuk-bentuk pemarkah kohesi. Sumber data berupa Novel Eyang karya Putu Wijaya. Data mengenai kohesi dalam Novel Eyang karya Putu Wijaya dianalisis dengan langkah-langkah melacak hubungan setiap dua kalimat secara berpasangan, yaitu hubungan antara sebuah kalimat dengan sebuah kalimat yang mendahuluinya yang ditandai oleh penggunaan pemarkah kohesi.
Full Text:
PDFReferences
Alwi, Hasan. dkk. 2003. Tata Bahasa Baku
Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai
Pustaka
Junaiyah H.M. dan E. Zaenal Arifin. 2010.
Keutuhan Wacana. Jakarta: PT
Grammedia Widiasarna Indonesia.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus
Linguistik: Edisi keempat. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Muslich, Mansur. 2010. Tata Bentuk
Bahasa Indonesia Kajian ke Arah
Tata Bahasa Deskriptif. Jakarta:
Bumi Aksara.
Siswanto, Wahyudi. (2008). Pengantar
Teori Sastra. Jakarta: PT Grasindo.
Sumantri, Okke Kusuma dan Ayu Basoeki
Harahap. (2011). Telaah Wacana:
Teori dan Penerapannya. Depok:
Komando Books.
Refbacks
- There are currently no refbacks.