PHILOSOPHICAL CURRICULUM OF CIVIC EDUCATION IN 1975-2013 IN INDONESIA

Gunawan Santoso

Abstract


Civics curriculum from year 1975-2013 are ultimately aims to make citizens say, act, and behave, based on Pancasila or spirit in everyday life that are run from the time school education to become a high school mature and become the pride of the nation bless yourself, family, school, state and nation with the moral soul/good and intelligent character who can advance and competitive in national and international era. Civics strength is on the Pancasila, the 1945 Constitution, values, morals, local knowledge and diversity in cultured. There are weaknesses in the teaching of Civics monotonous and more innovative not only focuses on the cognitive, affective and psychomotor while dispensed and not included on the national exam. Opportunities Civics still need a lot of development in the scientific body of knowledge. Threats Civics and free sex number of students who make the nation weak morals and act not see the value of Pancasila (say and behave without values). Civics solution through a process at body of knowledge of learning and practice of students in the school are monitored and assessed as a form of moral evaluation and student behavior.


Full Text:

PDF

References


Cholisin. (2006). Pemilihan kepala daerah dalam rangka perspektif peran PKn. Yogyakarta: Jurnal Civics, Volume 3, No. 2, Desember 2006, halaman 60-78.

Creswell. (2010). Research DesignPendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Kusuma, Deden Cahaya. (2013). Analisis Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum 2013. Bandung: Jurnal Analisis Komponen-Komponen Pengembangan Kurikulum Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia 2013, halaman 1-21.

Sariono, (2013). Kurikulum Generasi Emas. E-Jurnal Dinas Pendidikan Kota Surabaya; Volume 3, ISSN : 2337-3253, (halaman 1-9).

Udin S. Winataputra. dan Budimansyah, D. (2007). Civic education: Landasan, konteks, bahan ajar dan kultur kelas. Bandung: Program Pascasarjana UPI.

Udin S Winataputra,.(2008). “Multikulturalisme-Bhinneka Tunggal Ika dalam perspektif Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana pembangunan karakter bangsa” dalam Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Acta Civicus SPs UPI, 2, (1), 1-16.

Winarno. (2006). Pendidikan kewarganegaraan persekolahan: Standar isi dan pembelajarannya. Jurnal Civics, Volume 3, No. 1, Juni 2006 halaman 231-350, Jurusan PKn.H, FISE, UNY.

________(2009). Kewarganegaraan Indonesia: dari sosiologis menuju yuridis. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Wahab, A.A., & Sapriya. 2011). Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung. Alfabeta

___________________.(2000). New paradigm and curriculum design for new Indonesian civic education. Paper The International Seminar: The Need for New Indonesian Civic Education, March 29, 2000, at Bandung.

___________________(2007). Pendidikan Kewarganegaraan, dalam Ilmu dan aplikasi pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press.

Winataputra, Udin Saripudin. (2012). Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Perspektif Pendidikan Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (Gagasan, Instrumentasi, Dan Praksis): Bandung. Widya aksara press.

____________________(2007). Materi pelatihan dosen pendidikan kewarganegaraan. Jakarta: Dirjen Dikti, Depdiknas.

Winataputra, Udin S dan Dasim Budimansyah. (2007). Civic Education Konteks, Landasan, Bahan Ajar, dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Risalah Resmi dan Sumber-Sumber Lain

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1975). Kurikulum sekolah menengah atas 1975a: Buku I ketentuan-ketentuan pokok. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1975). Kurikulum sekolah menengah atas 1975b: Buku II B bidang studi pendidikan moral Pancasila. Jakarta: BalaiPustaka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1985). Mengemban masa depan: Kumpulan sambutan Prof. Dr.Nugroho Notosusanto, buku kedua. Jakarta: Depdikbud.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1992). Perkembangan pendidikan dasar dan menengah tahun 1945-1999. Jakarta: Dikdasmen, Depdikbud.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1993). Kurikulum 1994 pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jakarta: Balai Pustaka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1999). GBPP PPKn suplemen 1999. Jakarta: Depdikbud.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (2003e). Kurikulum 2004: Naskah akademik. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (2007). Kajian Kebijakan Kurikulum PKn: Naskah akademik. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. (2010). Sejarah_kurikulum tahun 1975-2004: Naskah akademik. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1978 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1983, tentang Garis-garis Besar Haluan Negara.

Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1988, tentang Garis-garis Besar Haluan Negara. Ketetapan MPR Nomor II /MPR/1993, tentang Garis-garis Besar Haluan Negara


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Redaksi Prosiding SEMNASFIP

Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten
Telepon: 021 7442028    Email: fip@umj.ac.id

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

 

       

 

Powered by Puskom-UMJ