Efek Pemberian Kompos Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.)

Erlina Rahmayuni, Debi Septiawan, Welly Herman, Elfarisna Elfarisna, Elsa Lolita Putri, Kurniati Kurniati

Abstract


Ampas tahu merupakan salah satu limbah padat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. Kompos ampas tahu mengandung unsur hara seperti N, P, K, dan Mg yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 – Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan lima perlakuan, yang meliputi: Tanpa kompos ampas tahu + 100% Pupuk Anorganik (kontrol), 100g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 200g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 300g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik dan 400g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting yang meliputi: tinggi dan diameter batang mulai saat umur 2-7 MST (minggu setelah tanam), umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa efek penggunaan kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan terbaik adalah penggunaan 400g/polybag + 50% pupuk anorganik dan tidak berbeda nyata dengan tanpa kompos ampas tahu + 100% pupuk anorganik.  Parameter umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah tidak menunjukkan adanya pengaruh dengan penggunaan kompos ampas tahu.

ABSTRACT

Tofu dregs compost contains essential nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and magnesium (Mg), which are crucial for plant growth. The aim of this research was to investigate the impact of applying tofu dregs compost on the growth and production of curly red chili plants (Capsicum annum L.). The study was conducted from October 2020 to January 2021 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Jakarta. The research employed a Randomized Complete Group Design (RKLT) with five treatments, including: No tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer (control), 100g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 200g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 300g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, and 400g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer. Observations were conducted on the growth and production of curly red chili plants, encompassing parameters such as height and stem diameter from 2 to 7 weeks after planting (WAP), flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, and fruit diameter. The research results indicated that the use of tofu dregs compost significantly affected the plant height and stem diameter of curly red chili plants. The most effective treatment was found to be 400g/polybag + 50% inorganic fertilizer, which did not differ significantly from the control (without tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer). However, parameters such as flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit weight, fruit length, and fruit diameter did not exhibit any significant influence with the application of tofu dregs compost.


Keywords


Ampas tahu; cabai merah keriting; kompos; pupuk NPK

Full Text:

PDF

References


Ananta, I. G. B. T., & Anjasmara, D. G. A. (2022). Antioxidant and Antibacterial Potency of Red Chillies Extract (Capsicum annum var. Longum). Jurnal Ilmiah Medicamento, 8(1), 48–55. https://doi.org/10.36733/medicamento.v8i1.3170

Astuti, E. P., Ekowati, T., & Florentina, K. (2022). Analysis of the Balance of Supply and Demand for Curly Red Chili in Magelang Regency, Central Java Province, Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 121(1), 94–104. https://doi.org/10.18551/rjoas.2022-01.11

Buulolo, T., Fau, A., & Fau, Y. T. V. (2022). Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). TUNAS : Jurnal Pendidikn Biologi, 3(1), 14–20. https://doi.org/10.56304/s0040363622080021

Darmawan, R., Rahma Dini, I., Jurusan Agroteknologi, M., Pertanian Universitas Riau, F., Agroteknologi, J., Pertanian, F., & Riau, U. (2018). Aplikai Kompos Jerami Padi dan Pupuk P terhdap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedeleai (Glycine max L. Merrill). Jom Faperta, 5(2), 1–14.

Desiana, C., Banuwa, I. S., Evizal, R., & Yusnaini, S. (2013). Pengaruh Pupuk Organik Cair Urin Sapi dan Limbah Tahu terhadap PErtumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrotek Tropika, 1(1), 113–119. https://doi.org/10.23960/jat.v1i1.1927

Diaguna, R., Santosa, E., Budiman, C., Zamzami, A., Syah, O., Permatasari, I., & Kamal Wijaya, A. (2022). Pemupukan Bahan Organik Untuk Pertumbuhan Dan Hasil Umbi Talas Sutra. Jurnal Agrosains Dan Teknologi, 7(1), 35–42.

Hama, S. (2018). Pemanfaatan Kompos Ampas Tahu pada ertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah ( Arachis hypogaea L .). Jurnal Perbal, 6(3), 48–58.

Hapsoh, Gusmawartati, Amri, A. I., & Diansyah, A. (2017). Respons Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Keriting (Capsicum annuum L.) terhadap Aplikasi Pupuk Kompos dan Pupuk Anorganik di Polibag. Jurnal Hortikultura Indonesia, 8(3), 203–208. https://doi.org/10.29244/jhi.8.3.203-208

Harahap, A. D., Nurhidayah, T., & Saputra, S. I. (2015). Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora pierre) di Bawah Naungan Tanaman Kelapa Sawit. Jurnal Online Mahasiswa Faperta, 2(1), 1–12.

Karyani, T., & Tedy, S. (2021). Analisis Faktor Produksi Usahatani Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) dengan Menerapkan Atraktan. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 74–93.

Ksnandar,V.B. Produksi Cabai Merah Besar di Indonesia (2017-2021). (2022). https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/26/produksi-cabai-merah-meningkat-96-ribu-ton-pada-2021.

Leghari, S. J., N.A. Wahocho, G.M. Laghari, A.H. Laghari, G.M. Bhabhan, K. H. T., & Lashari., and A. A. (2016). Role of nitrogen for plant growth and development: A review. Advances in Environmental Biology.10(9):209-219. Advances in Environmental Biology, 10(9), 209–218.

Mindalisma, Siregar, C., & Fitriani. (2021). Response of growth and yield of chili ( Capsicum annum L .) using Andisol soil in polybags to tofu waste compost and liquid organic fertilizer from bamboo sprouts. AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian, 9(3), 228–238. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/agriland%0A

Rahmina, W., NUrlaelah, I., & Handayani. (2017). Pengaruh perbedaan komposisi limbah ampas tahu terhadap pertumbuhan tanaman pak choi. Quangga, 9(2), 38–46.

Rosa, E., Mulyadi, Prasetyo, M., Aziz, A., Bakar, B. A., & Panikkai, S. (2020). Utilization of rice husk biochar and tofu dregs compost to growth and yield of sweet corn (Zea mays saccharata sturt.). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 484(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/484/1/012056

Yulia, A. E., Khoiri, M. A., Yoseva, S., & Nuraida, N. (2022). The Effect of Tofu Dregs Compost and NPK Fertilizer the Growth and Production of Purple Eggplan (Solanum melongena L.). Jurnal Natur Indonesia, 20(1), 15. https://doi.org/10.31258/jnat.20.1.15-23




DOI: https://doi.org/10.24853/jat.8.2.69-75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Puskom-UMJ