PREDIKSI EROSI PADA LAHAN PETANI AGROFORESTRI DI DAS CILIWUNG HULU PROVINSI JAWA BARAT

Rini Fitri

Abstract


Erosi tanah pada lahan petani agroforestri di Daerah Aliran Sungai Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat disebabkan oleh penggunaan lahan tanpa teknik konservasi tanah dan air serta pola tanam monokultur. Keberadaan agroforestri di dalam suatu DAS akan membentuk peran stabilitas lereng yang juga memungkinkan penurunan erosi. Penelitian ini di laksanakan  April 2016 sampai Agustus 2016 pada lahan agroforestri petani di DAS Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat, secara administrasi termasuk ke wilayah kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi erosi tanah pada lahan petani agroforestri di DAS Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode survei dan prediksi erosi dengan model Universal Soil Loss Equation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi erosi tanah pada penggunaan lahan agroforestri di Sub DAS Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat paling rendah berkisar 3.31 ton/ha/thn sedangkan erosi tanah tertinggi terjadi di Sub DAS Ciesek yaitu 972.31 ton/ha/thn. Erosi tanah ini di prediksi pada tujuh sub DAS di DAS Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat yaitu Sub DAS Cisuren, Sub DAS Ciliwung Hulu, Sub DAS Cisukabirus, Sub DAS DAS Ciesek, Sub DAS Cisarua, Sub DAS Ciseseupan dan Sub DAS Cibalok.


Keywords


Agroforestri, DAS, Erosi, Lahan, Jawa Barat

Full Text:

PDF

References


Arsyad S. 2000. Konservasi tanah dan air. Bogor (ID) : IPB Pr.

Kementerian Kehutanan. 2013. Peraturan Menteri tentang Tata Cara Penyusunan dan Penetapan Rencana Pengelolaan DAS. Jakarta

Sinukaban, N. 2007. Pengelolaan DAS. Materi Kuliah Pengelolaan DAS. Bogor: Sekolah Pascasarjana IPB.

Sinukaban N. 1999. Masalah dan konsepsi pengembangan daerah aliran sungai. Makalah pada seminar sehari tentang pengelolaan DAS terpadu di Sulawesi Tenggara. Universitas Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, 1 Nopember 1999.

[Ditjen RLPS] Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan Perhutanan Sosial. 2007. Data Lahan Kritis Nasional. Departemen Kehutanan. Jakarta.

[Ditjen Sumberdaya Air] Direktorat Jenderal Sumberdaya Air Departemen Pertanian 2004. Sebanyak 65 DAS dalam kondisi semakin kritis. Harian Kompas tanggal 20 Agustus 2004. Hal 15. Jakarta.

Sihite, J dan Sinukaban, N. 2004. Economic Valuation of Land Use Changes in Besai Sub Watershed – Tulang Bawang, Lampung. Proceedings of International Seminar on Towards Harmonization Between Development and Environmental Conservation in Biological Productin. 3 – 5 Desember 2004. Cilegon, Indonesia.

Nurrizqi dan Suyono. 2012. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Perubahan Debit Puncak Banjir Di Sub Das Brantas Hulu. J Bumi Indonesia 1(3):365-369.

Alwi L O, Sinukaban N, Solahuddin S, Pawitan H, 2014 Kajian Dampak Dinamika Penggunaan Lahan Terhadap Erosi Dan Kondisi Hidrologi Das Wanggu DS (Study Of Land Use Dynamic Impacts To Land Erosion And Hydrology Conditions In Wanggu Watershed). J Hidrolitan 2(2):74-86.




DOI: https://doi.org/10.24853/jat.3.1.13-18

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright of Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI (e-ISSN:2528-3278, p-ISSN:2528-0201).

   Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Powered by Puskom-UMJ