HUBUNGAN HARA K - Mg DAN PENGARUHNYA TERHADAP KADAR HARA DAUN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

Mardiana Wahyuni, Wira Astri Manurung

Abstract


Keberhasilan pembibitan adalah salah satu hal penting dalam bisnis perkebunan kelapa sawit. Pemberian pupuk sangat bermanfaat guna meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antagonis pupuk K-Mg terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit serta mengetahui dosis optimal, dan hubungan korelasi pupuk K-Mg. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu pupuk K yaitu K0 (0 gr/polybag), K1 (60 gr/polybag), K2 (120 gr/polybag); pupuk Mg yaitu Mg0 (0 gr/polybag), Mg1 (60 gr/polybag), Mg2 (120gr/polybag). Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian pupuk K tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan lingkar batang, berat kering akar dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk Mg tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumalah daun, lingkar batang, berat kering akar, berat kering tajuk. Dosis terbaik adalah K2Mg1. Korelasi K dan Mg yaitu Y = -1,908x + 5,293 dengan koefisien determinasi 0,158 dan koefisien korelasi 0,39.

Keywords


Kieserit, KCl, Korelasi, Antagonis, Elaeis guineensis Jacq

Full Text:

PDF

References


A.Kasno, Nurjaya. 2011. Pengaruh pupuk kieserit terhadap pertumbuhan kelapa sawit dan produktivitas tanah.

Direktorat Jendral Perkebunan. 2013. Perkembangan perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Workshop Sustainbility Indicator Asessmen for Palm Oil Biodiesel. Bogor 12 april 2012.

Fauziah, R,R,Sudrajat, dan Ade W. 2014. Optimasi Dosis Pupuk Majemuk NPK Dan Kalsium pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis quinensis Jack) di Pembibitan Utama. Juranal AAgronomi Indonesia. 42 (1) : 52-58.

Fauzi, W.R. dan E.T.S. Putra. 2019. Dampak Pemberian Pupuk Kalium dan Cekaman Kekeringan terhadap Serapan Hara dan produksi Biomassa Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Penelitian Kelapa Sawit 27 (1): 41-56.

Ginting, E.N., A. Sutandi, B. Nugroho, dan L.T. Indriyati. 2013. Rasio dan Kejenuhan Hara K, Ca, Mg di dalam tanah untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Jurnal Tanah Lingkungan 15 (2): 60-65.

Matana, Y.R. dan N. Mashud. 2015. Respons pemupukan N, P, K dan Mg Terhadap Kandungan Unsur Hara Tanah dan Daun pada Tanaman Muda Kelapa Sawit. Buletin Palma 16 (1): 23-31.

Mengel, K. dan E.K. Kirby. 2001. Principles of Plant Nutrition 5th edition. Kluwer Academic Publishers Dordrecht, The Netherlands.

Novizan. 2002. Petunjuk pemupukan yang Efektif. PT.Agromedia Pustaka. Jakarta.

Pahan Iyung,2014. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sulistyo DH, Bambang, dkk. 2010. Budidaya Kelapa Sawit. PT.Balai Pustaka (Persero). Jakarta.

Sunarko. 2014. Budidaya Kelapa Sawit di Berbagai Jenis Lahan. PT.Agromedia Pustaka. Jakarta Selatan.

Sutedjo Mul Mulyani. 2018. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT.RINEKA CIPTA. Jakarta.

Yuwono, T. 2006. Bioteknologi Pertanian. Seri Pertanian. Gadja Mada University Press. hal.66.




DOI: https://doi.org/10.24853/jat.5.1.19-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright of Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI (e-ISSN:2528-3278, p-ISSN:2528-0201).

   Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Powered by Puskom-UMJ