PENGGUNAAN BIOCHAR DAN MOL BONGGOL PISANG UNTUK PERBAIKAN KUALITAS BIBIT TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca L).

Yohana Merci Belit, Amir Hamzah, Reza Dwi Julianto Prakoso

Abstract


ABSTRAK

Selama ini petani menanam pisang hanya mengandalkan bibit dari anakan yang tumbuh dari pangkal pisang. Dampaknya produk pisang selalu tidak optimal. Permasalahan ini merupakan masalah serius, sehingga perlu dicari alternative solusi. Salah satusolusi yang dapat memperkecil permasalahan bibit pisang adalah dengan menggunakan biochar dan Mikro Organisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang. Kedua bahan ini merupakn potensi sumberdaya alam yang selama ini masih belum banyak dimanfaatkan untuk memperbaiki mutu bibit pisang. Kombinasi biochar dan MOL bonggol pisang diharapkan mampu menghasilkan bibit tanaman pisang yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis biochar dan MOL bonggol pisang yang tepat untuk pembibitan pisang. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan tidak adanya perbedaan yang siginifikan pada kombinasi perlakuan pemberian biochar dan MOL bonggol pisang (B) dengan umur anakan bonggol pisang (P) pada semua parameter pengamatan. Perlakuan anakan bonggol pisang terbaik terdapat pada perlakuan anakan bonggol umur dewasa (P2) karena berpengaruh hampir pada semua parameter yang diamati. Perlakuan pemberian biochar dan MOL bonggol pisang (B) pada semua parameter tidak berbeda nyata, namun secara terpisah perlakuan pemberian tanah + MOL 200 cc/L.air (B5) menunjukan perbedaan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lain

ABSTRACT

During this time farmers planted bananas only relying on seedlings from saplings growing from the base of bananas. The impact of banana products is always not optimal. This issue is a serious problem, so it needs to look for alternative solutions. One of the solution that can minimize the problem of banana seedlings is to use biochar and local micro organism (MOL) from banana excrescence. These two materials are the potential of natural resources that have not been widely utilized to improve the quality of banana seedlings. Combination of biochar and MOL banana excrescence are expected to produce good quality banana crop seeds. This research aims to obtain a dose of biochar and MOL proper of banana excrescence for breeding bananas. The results analysis of variance showed that the combination treatment of biochar and MOL Banana excrescence (B) not significantly affect  to the Age of banana seedlings (P) on all observation parameters. The best banana seedlings treatment is found in the treatment of Adult age (P2) saplings because it affects almost all the observed parameters. The treatment of biochar and MOL of Banana excrescence (B) on all parameters are not significantly different, but separately the soil + MOL 200 cc/L. (B5) shows a better in growth compared to other treatments


Keywords


Biochar, biomol, pisang

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Chan, K.Y., Zwieten, B,L. avn., Meszaros, I., Downie, D., and Joseph, S. 2007. Agronomic values of greenwaste biochar as a soil amendment. Australian Journal of Soil Research, 2007, 629–634

Dariah, A., N.L. Nurida and Sutono. 2013. The effect of biochar on soil quality and maize production in upland in dry climate region. In Proceeding 11th international Conference the East and Southeast Asia federation of Soil Science Societies. Bogor, Indonesia

Glaser, B., Lehmann, J., and Zech, W.2002. Ameliorating physical and chemical properties of highly weathered soils in the tropics with charcoal: A Review. Biol Fertil Soils, 35:219–230

Haefele M, Konboon Y, Wongboon W, Amarante S, Maarifat A, Pfeiffer M, Knoblauch C (2011) Effects and fate of biochar from rice residues in rice‐based systems. Field Crops Research, 121, 430– 440

Irwanto. 2013. Pengaruh Kompos terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Asal Bonggol/Bit. Widyaiswara Pertama, Jambi.

Kementerian Pertanian. 2016. Statistik Pertanian 2016. Kementerian Pertanian. Jakarta. http//:kementan.org.id

Kasutjianingati., dan D. Boer. 2013. Mikropropagasi pisang mas kirana (Musa acuminate L.) Memanfaatkan BAP dan NAA secara in vitro. Jurnal Agroteknos 3(1): 60-64.

Kesumaningwati R., 2015. Penggunaan MOL Bonggol Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Dekomposer Untuk Pengomposan Tandan Kosong Kelapa Sawit.Jurnal Ziraa’ah Volume 40 Nomor 1, Pebruari

Khodijah, N.S., Suwignyo, R.A., Harun, M.U., dan Robiartini, L. 2018. Hubungan Luas Daun Terhadap Pertambahan Berat Kering Rumput Gajah di Berbagai Perlakuan di Media Tailing Timah. Jurnal Agroekotek 10 (1) : 36 – 44.

Lehmann, J., Rillig, M. C., Thies, J., Masiello, C. A., Hockaday, W. C., and Crowley, D. 2011. Biochar effects on soil biota, a review, Soil Biol. Biochem., 43 : 1812–1836.

Liu, X., Zhang, A., Ji, C., Joseph, S., Bian, R., Li, L., Pan, G., and Paz-Ferreiro, J. 2013. Biochar’s effect on crop productivity and the dependence on experimental conditions – a meta-analysis of literature data, Plant Soil, 373 : 583–594, doi:10.1007/s11104-013-1806-x.

Muhadi I., 2016. Pengaruh pemberian hormon naftalen acetyl acyd (naa) dan kinetin pada kultur jaringan nanas bogor (Ananas comosus (l.) Merr.) Cv. Queen. Bio-site. Vol. 02 No. 2, November 2016 : 1-50. file:///C:/Users/ACER/Downloads/3411-Article%20Text-6835-1-10-20161219.pdf

Nurida, N.L. A. Rachman, dan Sutono. 2012. Potensi pembenah tanah biochar dalam pemulihan tanah terdegradasi dan peningkatan hasil jagung pada Typic Kanhapludults, Lampung. Buana Sains. 12(1):69-74.

Nurida, N. L. 2014. Potensi Pemanfaattan Biochar dan Rehabilitasi Lahan Kering Di Indonesia. Peneliti Badan Litbang Pertanian Di Balai Penelitian Tanah. Bogor

Novak, J.M., Busscher,W.J., Laird, D.L., Ahmedna,M., Watts, D.W., Niandou, M.A.S., 2009. Impact of biochar amendment on fertility of a southeastern coastal plain soil. Soil Science174, 105 -112.

Marsiningsih N.W., Suwastika A.A.N.G., Sutari N.W.S., 2015. Analisis Kualitas Larutan MOL (Mikroorganisme Lokal) Berbasis Ampas Tahu. Jurnal Agroekoteknologi Tropika. Volume 4, No. 3. http://ojs.unud.ac.id/index.php/jat

Nigussie, A., Kissi, E., Misganaw, M., dan Ambaw, G. 2012. Effect of biochar application on soil properties and nutrient uptake of lettuces (Lactuca sativa) grown in chromium polluted soils. American-Eurasian J. Agric. & Environ. Sci., 12 (3): 369 – 376.

Paz-Ferreiro, J. and Fu, S. 2013. Biological indices for soil quality evaluation: perspectives and limi tations, Land Degrad. Develop., doi:10.1002/ldr.2262.

Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal sebagai Pemicu Siklus Kehidupan dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional Teknik Kimia. Bandung 19-20 Oktober 2009. Indonesia. Jakarta.

Ratna, T., Awaludin, dan A. Susanto. 2006. Pengaruh Media terhadap Pertumbuhan Bibit Pisang Susu Asal Bonggol di Sambelia, Lombok Timur NTB. Hortikultura. 10(1)15-22

Rotundo J.L., Martin R., Ragular, 2004. Vertical seed distribution in the soil constrains regeneration of Bromus pictus in a Patagonian steppe. Journal of Vegetation Science Vol. 15 No. 4, 2004. https://doi.org/10.1111/j.1654-1103.2004.tb02290.x

Sayekti, R., S.Djoko, P., dan Toekidjo. 2012. Karakterisasi Delapan Aksesi Kacang Tunggak (Vigna unguiculata L.Walp) Asal Daerah Istimewa Yogyakarta.Jurnal Penelitian Vol 1 No.1, 2012.

Steiner, C., B. Glaser, W. G. Teixeira, J. Lehmann, W. E. H. Blum, and W. Zech. 2008. Nitrogen Retention and Plant Uptake on a Highly Weathered Central Amazonian Ferralsol ammended with Compost and Charcoal. Journal of Plant Nutrition and Soil Science.

Suhastyo, A.A. 2011. Studi Mikrobiologi dan Sifat Kimia Mikroorganisme Lokal yang Digunakan pada Budidaya Padi Metode SRI (System of Rice Intensification).. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Sugito, I. 2012. Aplikasi Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman dalam Pertumbuhan Bibit Pisang (Musa paradisiaca, Linn)

Supriana I.K.A., Wijaya G., dan Raka I.G.N., 2015. Pengaruh Sumber Bonggol dan Media Tanam pada Pembibitan Tanaman Pisang Kayu (Musa paradisiaca L.cv.Kayu). Jurnal Agroekoteknologi Tropika, Vol. 4, No. 2, April 2015. http://ojs.unud.ac.id/index.php/JAT

Syahrul. 2014. Pengaruh mikoriza dan biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogeal L.) pada tanah kritis. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda aceh.

Noviani P.I., Slamet S., dan Citraresmini A., 2018. Kontribusi Kompos Jerami-Biochar Dalam Peningkatan P-Tersedia, Jumlah Populasi BPF dan Hasil Padi Sawah. Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi. Vol. 14 No. 1 Juni 2018




DOI: https://doi.org/10.24853/jat.6.1.35-46

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright of Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI (e-ISSN:2528-3278, p-ISSN:2528-0201).

   Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Powered by Puskom-UMJ