HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRUANG RAWAT INAP RSUD POSO

Burhanuddin Basri

Abstract


Kemampuan dalam berkomunikasi yang baik oleh perawat merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam melaksanakan suatu proses pelayanan keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pasien akan merasa puas ketika kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi dengan apa yang diharapkannya, dan sebaliknya ketidakpuasan atau perasaan kecewa pasien akan muncul apabila kinerja dari pelayanan kesehatan yang diperolehnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya. Komunikasi terapeutik diterapkan oleh perawat dalam berintraksi dengan pasien untuk meningkatkan rasa saling percaya, dan apabila tidak diterapkan akan menggangu hubungan terapeutik yang berdampak pada ketidakpuasan pasien, komunikasi terapeutik yang baik juga dapat mempercepat kesembuhan bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  komunikasi  terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik total sampling yaitu 96 pasien. Instrumen dalam penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan rumus Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi teraupetik yang diberikan perawat tidak efektif sebanyak 34 reponden (72,3%). Gambaran kepuasan keluarga pasien dalam pelayanan di ruang rawat inap RSUD Poso menunjukan bahwa pasien tidak puas sebesar 54 reponden (56,3%). hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Poso dengan p value (0,04) < 0,05.

 

Kata Kunci: Komunikasi Terapeutik, Perawat, Kepuasan Pasien

 

ABSTRACT

The ability to communicate well by nurses is one of the success factors in carrying out a nursing service process which includes the assessment phase, the formulation of diagnostics, planning, implementation, and evaluation. Patients will feel satisfied when the performance of health services obtained is the same or more than what they expected, and vice versa dissatisfaction or feeling disappointed patients will arise if the performance of health services obtained is not in accordance with what he expected. Therapeutic communication is applied by nurses in interacting with patients to increase mutual trust, and if it is not implemented it will interfere with therapeutic relationships that have an impact on patient dissatisfaction, good therapeutic communication can also accelerate healing for patients. The purpose of this study was to determine the relationship between therapeutic communication of nurses and the level of patient satisfaction. The research design used was descriptive analytical with cross sectional approach. The sample was taken by total sampling technique, namely 96 patients. The instrument in the study was a questionnaire. The results of the study were analyzed using the Chi square formula. The results showed that therapeutic communication given by ineffective nurses was 34 respondents (72.3%). The description of the patient's family satisfaction in service in the inpatient room of the RSUD Poso shows that the patient is not satisfied by 54 respondents (56.3%). a significant relationship between therapeutic communication of nurses with the level of patient satisfaction in the inpatient room of Poso General Hospital with p value (0.04) <0.05.

Keywords: Therapeutic Communication, Nurses, Patient Satisfaction


Full Text:

PDF

References


Akbar, A.Patrisia dkk.,2013, Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat Diinstalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Tahun 2013. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasannudin Makassar.

Andriani, Marlina. (2014.) Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Kepuasan Pasien Di Rawat Inap Bedah RSI IBNU SINA BUKITINGGI. STIKes YARSI BUKITTINGGI.

Anoraga (2009) Psikologi Dalam Perusahaan. PT. Rineka Cipta: Jakarta

Departemen Kesehatan RI. 2007. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Jakarta. 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta. Simamora, R. 2012. Manajemen keperawatan, EGC, Jakarta.

Dwidiyanti, M. (2008). Keperawatan Dasar: Konsep “Caring”. Komunikasi, Etik, dan Spiritual Dalam Pelayanan Kesehatan. Semarang: Hasani.

Gerson, R. (2001). Mengukur Kepuasan Pelanggan: Panduan Menciptakan Pelayanan Bermutu, Penerbit PPM, Jakarta, 3.

Hamid. (2009). Bunga Rampai Asuhan Keperawatan Kesehatan Jiwa.Jakarta:EGC

Lestari, (2009). Analisa Faktor Penentu Tingkat Kepuasan Pasien di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia.

Liliweri, Alo, (2007). Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mundakir, (2006). Komunikasi Keperawatan, Aplikasi dalam pelayanan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Pohan, Imbolo. (2007). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran ECG, Jakarta.

Robbins, Stephen P., (2003). “Organizational Behavior”, 10 th Edition, Edition, Prentice Hall International, Inc., Person Education, Inc., Upper Saddle River, New Jersey, 07458.

Suryani. (2005). Komunikasi Terapeutik: Teori dan Praktik. Jakarta: EGC

Wahyu, E. (2006). Hubungan Pengetahuan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kemampuan Komunikasi Perawat Dalam Melaksanakan Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto. Jurnal Keperawatan Soedirman, Volume 1 Nomor 2 November 2006.

Wahyudi. 2009. Hubungan Pelayanan Perawat Dan Kepuasan Pasien Di RSUD Wonogiri. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Wahyuni (2007). Hubungan Antara Penyesuaian Diri Dalam Perkawinan Dengan Kepuasan Perkawinan Pada Individu Yang Menikah Kembali (Remarriage). Skripsi. Universitas Airlangga


Refbacks

  • There are currently no refbacks.
Powered by Puskom-UMJ