PENERAPAN MARINE GROWTH PREVENTION SYSTEM (MGPS) PADA PENGOPERASIAN KAPAL UNTUK MENGHAMBAT LAJU KOROSI

Sri Endah Susilowati, Didit Sumardiyanto

Abstract


MGPS (Marine Growth Prevention System) adalah suatu sistem yang diterapkan di kapal untuk menghambat  pertumbuhan marine growth, yaitu sekumpulan hewan/tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan/struktur di dalam laut yang dapat menyebabkan terjadinya korosi, yang jika tidak diatasi berlarut-larut akan mengakibatkan kerusakan pada main engine maupun  auxiliary engine. Adanya marine growth  menyebabkan berkurangnya diameter efektif pipa, sehingga menyebabkan beban arus fluida dan beban tekanan yang diterima pipa menjadi lebih besar, misalnya pada saluran pipa sea water inlet dan outlet sebagai bagian dari sistem pendingin mesin bisa tersumbat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa penggunaan Marine Growth Prevention System  pada  Motor Tanker (MT.) Savvy yang digunakan untuk menghambat terjadinya korosi dengan cara menghitung laju korosi pipa air laut  JISF0507 dan pengurangan berat pada elektroda tembaga (Cu) tipe RRY17 berdasarkan nilai variabilitas current density yang merupakan akibat peningkatan kecepatan kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proteksi dengan sistem katodik  menggunakan Marine Growth Prevention Sytem anoda  karbon ( elektroda tembaga)  sangat  efektif  untuk  melindungi pipa air pendingin mesin  dan lambung  kapal dari  serangan  biota laut (marine growth) penyebab korosi.


Keywords


Marine Growth Prevention System, korosi, elektroda tembaga (Cu) RRY17

Full Text:

PDF

References


Atmadja, S. T. (2010). Pengendalian Korosi Pada Sistem Pendingin Menggunakan Penambahan Zat Inhibitor. ROTASI, 12 (2), 7-13

Bayuseno, A. P. (2009). Analisa Laju Korosi Pada Baja Untuk Material Kapal Dengan Dan Tanpa Perlindungan Cat. ROTASI, 11(3), 32-37.

Cheremisinoff, N. P., & Cheremisinoff, P. N. (1981). Cooling Towers Selection, Design and Practice. Michigan: Ann Arbor Science.

Delimunthe, I. S. (2004). Kimia Dari Inhibitor Korosi. Kimia Dari Inhibitor Korosi.

Deviyani.,Larisa dan Isdiriayani N. (2006). Inhibisi Korosi Baja Dalam Air Laut Mengandung Sulfida Menggunakan Glutaraldehida. Jurnal Teknik Kimia, 5 (1) 341-349. Bandung: ITB..

Diniardi, E., Ramadhan, A. I., & Basri, H. (2014). Analisis Kekuatan Mekanik Dan Struktur Mikro Pada Material Polimer Penyusun Kipas Radiator. Jurnal Teknologi, 6(1), 55-67.

Fontana, G. Mars & Norbert. D. Greene. (1988). Corrosion Engineering 2nd , International Student Edition. Jurong: McGraw-Hill Int. Book. Co.

Geiger, Gary & Mel. J. Esmacher, P.E.(2012). Controlling Corrosion in Cooling Water Systems-Part2: Inhibiting and Monitoring Corrosion. New York: American Institute of Chemical Engineers.

Grandison, C., Piola, R., & Fletcher, L. (2011). A review of marine growth protection system (MGPS) options for the Royal Australian Navy (No. DSTO-TR-2631). DEFENSE SCIENCE AND TECHNOLOGY ORGANIZATION VICTORIA (AUSTRALIA) MARITIME PLATFORMS DIV.

Herro, H. M., & Port, R. D. (1993). The Nalco guide to cooling water system failure analysis. McGraw-Hill.

Heusler, K. E., & Fischer, L. (1976). Kinetics of pit initiation at passive iron. Materials and Corrosion, 27(8), 551-556..

Karim, A. A., & Yusuf, Z. A. (2012). Analisa Pengaruh Penambahan Inhibitor Kalsium Karbonat dan Tapioka Terhadap Tingkat Laju Korosi Pada Pelat Baja Tangki Ballast Air Laut. Jurnal Riset dan Teknologi Kelautan, 10(2), 206

Kim, S. J., & Lee, S. J. (2011). Investigation on electrochemical and cavitation characteristics of rudder materials for ship in sea water. Corrosion Science and Technology, 10(3), 101-107.

NALCO., 1987, Standard Manual Procedure for Corrosion Coupon Rate, Illinois, Nalco. Co.

Nur Aziz O., 2012, Studi Pengaruh Laju Alir Fluida Terhadap Laju Korosi Baja Api SL X-52 Menggunakan Metode Polarisasi Pada Lingkungan NaCl 3,5% Yang Mengandung Gas CO2. Universitas Indonesia .

Olmsted, John and Williams G. (2007). Handbook of Chemistry and Physics, 5th edition, New York: CRC Press-Taylor & Francis Group.

Rozenfeld, I. L., 1988, Corrosion Inhibitors, New York: McGraw-Hill Co, Inc.

Sasono, E. J. (2010). Efektivitas Penggunaan Anoda Korban Paduan Aluminium pada Pelat Baja Kapal AISI 2512 terhadap Laju Korosi di dalam Media Air Laut (Doctoral dissertation, Tesis pada Prodi Magister Teknik Mesin FT Universitas Diponegoro, Semarang).

Seung-Jun, L. E. E., & Seong-Jong, K. I. M. (2011). Effects of flow velocity on electrochemical behavior of seachest 5083-H116Al alloy for ship. Transactions of Nonferrous Metals Society of China, 21(8), 1703-1709.

Soares, C. G., Garbatov, Y., Zayed, A., & Wang, G. (2009). Influence of environmental factors on corrosion of ship structures in marine atmosphere. Corrosion Science, 51(9), 2014-2026.

Revie, R. W. (2008). Corrosion and corrosion control: an introduction to corrosion science and engineering. John Wiley & Sons.

Yari, Mehdi., 2015, An Intro to Pipeline Corrosion in Seawater, Ontario: University Of Western Ontario.




DOI: https://doi.org/10.24853/jurtek.10.2.95-102

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Teknologi Indexed by:

Directory of Open Access JournalGoogle ScholarIndonesia Scientific Journal Database (ISJD)Index Copernicus International (ICI)Garba Rujukan Digital(Garuda)CrossrefScience and Technology Index (SINTA)Directory of Research Journal Indexing (DRJI)CiteFactorResearchgateIndonesia One SearchAcedemia.eduResearchBibAcademickeysBielefeld Academic Search Engine (BASE)JifactorPKP IndexSherpa romeo


Copyright of Jurnal Teknologi (e-ISSN:2460-0288, p-ISSN:2085-1669).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Powered by Puskom-UMJ