SISTEM MONITORING PERAIRAN UNTUK SANITASI KUALITAS AIR LAYAK PAKAI MENGGUNAKAN WIRELESS SENSOR NETWORKS

Irwandy Muzaidi, Rudy Ansari, Elia Anggarini

Abstract


Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai dan pentingnya kandungan kualitas sungai serta pengrusakan alam yang terjadi pada daerah hulu yang menyebabkan air sungai daerah hilir tercemar berdampak pada kesehatan terutama kesehatan kulit dan pencernaan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah bagaimana memberikan informasi dan menyadarkan warga akan penggunaan kualitas air sungai untuk kehidupan sehari-hari. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah membangun sistem kualitas air di sungai guna sanitasi kualitas air berbasis internet of things (IoT) menggunakan perangkat wireless sensor networks dengan energi ramah lingkungan yaitu teknologi terbaharuan berbasis panel surya untuk memberikan informasi kepada penduduk tentang kualitas air di sungai. Sistem yang dibangun akan memberikan informasi peringatan kepada warga tentang kualitas air, apakah layak untuk digunakan baik layak untuk mandi atau berbahaya untuk digunakan bagi kehidupan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development (RnD) tipe 4D yakni define, design, develop and dissemination. Metode ini menggunakan siklus define: melakukan studi pendahuluan/ survey pendahuluan kondisi kualitas air di sungai Banjarmasin, investigasi terhadap penggunaan air sungai untuk keperluan masyarakat sekitar dan mengumpulkan data-data terkait kualitas air sungai dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Siklus design terdiri dari: merancang alat sistem monitoring kualitas air layak pakai di sungai Banjarmasin. Pada siklus develop terdiri dari pengujian alat sistem monitoring dan revisi berdasarkan saran pakar sistem informasi. Sedangkan siklus dissemination terdiri dari publikasi jurnal ilmiah dan akan dilakukan hasil desiminasi penelitian. Data dari yang dihasilkan sungai menunjukan adanya kualitas dari kondisi sungai tersebut dimana kondisi sungai di Banjarmasin tidak layak pakai untuk kegiatan mandi, cuci maupun kakus.

Keywords


Sungai, Kualitas Air, Internet of Things, Wireless Sensor Networks

Full Text:

PDF

References


Fahmi, N., and Al Rasyid, M. (2015). “A Wireless Sensor Network for Environmental Monitoring Gases”. Knowledge Creation & Intelligent Computing (KCIC).

Munsyi, Sudarsono, A., and Al Rasyid, M. (2016). “Secure Data Sensor Access Using Attribute-Based Encryption With Revocation Environmental Monitoring”. Knowledge Creation & Intelligent Computing (KCI), 73-79.

Munsyi, Sudarsono, A., and Al Rasyid, M. (2017). “An Implementation of Data Exchange Using Authenticated Attribute-Based Encryption for Environmental Monitoring”. International Electronic Symposium on Knowledge Creation & Intelligent Computing (IES-KCIC), 53-59.

Muzaidi, I., Anggarini, E., and Prayugo, H. M. (2018). “Studi Kasus Pencemaran Air Sungai Teluk Dalam Banjarmasin Akibat Limbah Domestik”. Media Teknik Sipil, 108-114.

Rosyidah, M. (2018). “Analisis Pencemaran Air Sungai Musi Akibat Aktivitas Industri (Studi Kasus Kecamatan Kertapati Palembang)”. Redoks.

Wiwoho. (2005). “Model Identifikasi Daya Tampung Beban Cemaran Sungai Dengan QUAL2E”. Semarang: Universitas Diponegoro




DOI: https://doi.org/10.24853/jk.13.1.80-87

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Konstruksia Indexing By:

    


Copyright of Jurnal Konstruksia (e-ISSN:2443-308X, p-ISSN:2086-7352).

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Powered by Puskom-UMJ