PENERAPAN METAUFORA PADA BANGUNAN PUUSAT DAKWAH DAN KEGIATAN NAHDATUL ULAMA

ade hendro ma'ruf, Ashadi Ashadi, Anggoro Cipto Ismoyo

Abstract


Pusat dakwah adalah wadah fisik yang menampung kegiatan dakwah dan beberapa kegiatan penunjang keislaman. Beberapa bangunan fisik yang diperlukan untuk menunjang dakwah terdapat pada Pusat Dakwah ini, seperti masjid, tempat pendidikan, tempat penyiaran dakwah, juga bahkan tempat untuk melakukan kegiatan ekonomi. Adanya pusat Dakwah ini, tentunya akan semakin memudahkan perkembangan dakwah. Pun termasuk pada organisasi islam terbesar di Indonesia, yaitu Nahdatul Ulama (NU). Dengan adanya Pusat Dakwah diharapkan akan semakin membantu tersebarnya dakwah NU. Dakwah NU sendiri dilakukan dengan melakukan pendekatan kultural. Budaya bangsa dan sekitar objek dakwah selalu menjadi titik perhatian dalam penyampaian dakwah NU. Oleh karenanya, perancangan Pusat Dakwah NU diakukan dengan mengaplikasikan konsep arsitektur metafora. Dengan melakukan pendekatan arsitektur metafora diharapkan akan memunculkan ciri khas NU atau dakwah NU pada bangunan pusat dakwah ini. Sehingga ketika orang melihat bangunan pusat dakwah dan kegiatan NU akan langsung teringat dengan NU itu sendiri.

 

Kata Kunci: pusat dakwah, NU, pendekatan kultural, kegiatan dakwah, arsitektur metafora.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24853/purwarupa.3.1.81-88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

Garba Rujukan Digital(Garuda)
Powered by Puskom-UMJ