Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Kadar Air dan Angka Asam pada Sampel Biodiesel dan Campuran Biodiesel (BXX)

Matheofani Matheofani, A Pamungkas, K Amri, F. T. Pratiwi, A. G. Arisant, Romelan Romelan, M. D. Solikhah

Abstract


Biodiesel berasal dari minyak nabati melalui proses transesterifikasi menghasilkan metil ester. Biodiesel memiliki banyak keunggulan sebagai alternatif pengganti minyak solar karena bersifat terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu permasalahan dalam pemanfaatannya adalah mudahnya biodiesel mengikat molekul air karena bersifat higroskopis. Di dalam proses pengujian biodiesel dan campuran biodiesel (BXX), permasalahan ini berpotensi menimbulkan bias hasil uji karena adanya jeda waktu antara pengambilan sampel dengan pengujian selama dalam proses penyimpanan. Untuk melihat pengaruh penyimpanan pada sampel retain, maka biodiesel (B100), B30 dan B40 disimpan selama 10 minggu dengan dan tanpa injeksi nitrogen. Kemudian pada tiap sampel diuji kadar air dan angka asamnya selama masa penyimpanan tersebut. Hasilnya dievaluasi dengan persyaratan untuk kadar air B100 maksimal 500 ppm sedangkan untuk B30 dan B40 maksimal 425ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nitrogen (untuk sampel B100, B30, B40) tidak berbeda signifikan dengan tanpa nitrogen. Berdasarkan hasil pengujian, sampel retain B100, B30 dan B40 masih memenuhi persyaratan mutu hingga minggu keempat. Oleh karena itu, direkomendasikan agar sampel B100, B30, dan B40 dan BXX segera dilakukan pengujian setelah diterima dan disimpan tidak
lebih dari 4 minggu. 

Full Text:

PDF

References


Alleman, T. L. and Robert L. McCormick.2016. Biodiesel Handling and Use Guide (Fifth Edition). USA: US Department of Energy

ESDM. 2019. Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Jenis Minyak Solar Campuran Biodiesel 30% (B30) Dengan Angka Setana (CN) 48 Yang Dipasarkan Dalam Negeri Nomor 234.K/ 10/ DJM.S/ 2019. Jakarta: KESDM

ESDM. 2019. Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Solar Yang Dipasarkan Di dalam Negeri Nomor 146 K/ 10/ DJM/ 2020. Jakarta: KESDM

ESDM. 2019. Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Biodiesel Sebagai Bahan Bakar Lain Yang Dipasarkan Di dalam Negeri Nomor 189 K/ 10/ DJE/ 2019. Jakarta: KESDM

Solikhah, M.D., Bina R.B., Feri K., Andrias R. W., Khairil A. 2020. Pedoman Penanganan dan Penyimpanan Biodiesel dan Campurannya (B30). Tangerang Selatan: Balai Teknologi bahan Bakar dan Rekayasa Disain

Sumihar, P. 2021. Studi Eksperimen Pengaruh Penyimpanan Bahan Bakar Campuran Biodiesel Terhadap Sifat Bahan Bakar, Perfoma, Uji Ketahanan, Dan Emisi Mesin Diesel. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Sundus, F., M.A. Fazal, H.H. Masjuki. 2016. Tribology With Biodiesel: A Study on Enhancing Biodiesel Stability and Its Fuel Properties. Kuala Lumpur: University of Malaya

Wahyudi, D., Mas Fawzi, Beny Cahyono, Dita Artanti. 2021. Influences of Marine Environment to the Characteristics of Palm Oil Biodiesel during Storage. Surabaya: Universitas Muhammadiyah Surabaya

Wu, Yo-Ping, Ya-Fen Lin, and Jhen-Yu Ye. 2011. The Effect of Storage Condition on Biodiesel. China: Intechopen

Zakaria, H., Amir Khalid, Mohamad Farid Sies. 2014. Effect of Storage Temperature and Storage Duration On Biodiesel Properties And Characteristics. Johor: Universiti Tun Hussein Onn Malaysia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


==============================================================================================================

Prosiding SEMNASTEK Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Jl. Cempaka Putih Tengah 27
Jakarta Pusat 10510
T. 021.4256024, 4244016 / F. 021.4256023

ISSN : 2407 – 1846
e-ISSN : 2460 – 8416

==============================================================================================================

Powered by Puskom-UMJ