Variasi Temperatur Dan Waktu Tinggal Hidrotemalisasi Terhadap Efektifitas Lumpur Lapindo Sebagai Sumber Energi Alternatif

Nur Amaliah Putri, Nona Nabillah, Ulfa Leonita Novianti, Muhammad Reza Huseini

Abstract


Tahun 2006 silam, terjadi bencana nasional semburan lumpur akibat kegiatan eksplorasi PT. Lapindo di Jawa Timur. Dikarenakan Volume lumpur yang semakin bertambah kami bertujuan untuk melakukan penanganan khusus agar tidak menenggelamkan banyak lahan. Yakni dengan memanfaatkan Lumpur Lapindo sebagai sumber energi alternatif bersifat EBT (Eenergi Baru Terbarukan ). Sampai saat inipun, masih terdapat kantong-kantong di sekitar Sidoarjo yang menyemburkan lumpur dengan intensitas yang lebih rendah. Kandungan logam dan mineral S, K, Ca, dan Mg serta kapasitas tukar kation dan unsur negatif Na, Al, Fe, Cl, dan elektrik konduktivity terdeteksi dalam lumpur lapindo menurut para peneliti. Hal ini menjadikan lumpur lapindo memiliki potensi sebagai sumber energi baru terbarukan berbasis SCL (Soil Cell) berteknologikan hidrotermal. Pengamatan dilakukan terhadap kuat arus dengan menggunakan uji AVO meter yang dihasilkan menunjukkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C didapatkan kuat arus yang meningkat seiring dengan peningkatan suhu hidrotermal lumpur lapindo (2 mA; 4.5 mA; 6.5 mA; 5 mA; 7 mA) dan pengamatan terhadap daya hantar listrik menggunakan uji AAS (Absorbtion Atomic Spektrofotometry) yang dihasilkan dengan variasi 250C pada temperatur 1250C-2250C diddapatkan kuat daya hantar listrik optimum pada suhu 1750C. Hal ini sesuai dengan kolerasi hasil terhadap kandungan unsur Na dengan temperatur hidrotermal yang meningkat 74-88 me/100gTs. Variasi temperature dan waktu tinggal proses hidrotermal dilakukan, didapatkan variasi optimal pada temperatur 1750C dengan waktu hidrotermal selama 30 menit, dimana kuat arus yang dihasilkan sebesar 0,1882 A dengan kandungan Na sebanyak 84,19 me/100gTs. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perhitungan daya dan banyaknya alat SCL berbasis lumpur lapindo terhidrotermal.

Full Text:

PDF

References


Isana, SYL. 2010. Perilaku Sel Elektrolisis Air Dengan Elektroda Stainless Steel. FMIPA UNY, Yogyakarta.

Juniawan, Alvin. Barlah Rumhayati. Bambang Ismuyanto. 2013. Karakteristik Lumpur Lapindo Dan Fluktuasi Logam Berat Pb dan Cu pada Sungai Porong dan Aloo, Vol. 7 No. 1, Sains dan Terapan Kimia.

Kamariah. Fajrianto. 2009. Pemanfaatan Lumpur Lapindo Sebagai Komposit

Ramah Lingkungan Berbasis Fiber Reinforce Concrete (FRC). Bandung: Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia.

Prianti, B. 2008. Penentuan Potensial Sel Teoritis Proses Elektrolisis Natrium

klorida Menjadi Natrium Perklorat, Vol 6 hal 18-24, Jurnal Teknologi Dirgantara

Setyamidjaya, D. 1991. Bertanam Kelapa, Budidaya dan Pengolahannya, 3rd. Ed. Jakarta: Penerbit Kanisius.

Shriver, D.F., Atkins, P.W., and Langford, C.H. 1990. Inorganic Chemistry.

Oxford: Oxford University Press.

Funke, A. and Ziegler, F., 2010. Hydrothermal carbonization of biomass: a summary and discussion of chemical mechanisms for process engineering. Biofuels, Bioproducts and Biorefining, 4(2), 160-177.

Mitsubishi Nagasaki Machinery Mfg Co. Ltd, 2012. Hydrothermal treatment

plant, http://www.mmm.co.jp/english/products/e(accessed: 15/09/2015)

Suparman . (2010). Sintesis Silikon Karbida (SiC) dari Silika Sekam Padi dan

Karbon Kayu dengan Metode Reaksi Fasa Padat. Tesis. Bogor: Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


==============================================================================================================

Prosiding SEMNASTEK Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Jl. Cempaka Putih Tengah 27
Jakarta Pusat 10510
T. 021.4256024, 4244016 / F. 021.4256023

ISSN : 2407 – 1846
e-ISSN : 2460 – 8416

==============================================================================================================

Powered by Puskom-UMJ