PERASAAN POSITIF PADA KORBAN BENCANA ALAM DI LOMBOK, SULAWESI DAN BANTEN

Nurfadhilah Nurfadhilah

Abstract


Indonesia merupakan negara yang berisiko sangat tinggi mengalami bencana alam. Bencana tersebut berdampak besar bagi kehidupan manusia dan pembangunan bangsa. Pengabdian ini bertujuan untuk melihat gambaran tentang perasan positif korban terdampak pasca rangkaian bencana alam di Lombok, Sulawesi, dan Banten pada tahun 2018-2019. Metode yang dilakukan yaitu kombinasi edukasi dengan teknik curah pendapat, bercerita, dan diskusi. Peserta yang dilibatkan adalah pengungsi korban dan penyintas gempa kelompok usia kanak-kanak, dewasa, dan lansia baik laki-laki maupun perempuan serta relawan independen dan institusi pemerintah serta swasta. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus 2018 hingga Januari 2019. Temuan menunjukkan bahwa umumnya pengungsi memiliki perasaan negatif akibat trauma maupun karakteristik pribadi (kepribadian) dan bisa jadi situasi budaya. Namun, ada di antara mereka yang kondisi mentalnya sukup stabil dan positif. Perasaan positif harus ditularkan kepada korban dan penyintas lain agar mereka mampu menemukenali potensi yang masih dimiliki. Diperlukan intervensi sistematis untuk mengembangkan masyarakat agar segera bergerak, membangun, dan memberikan kontribusi terbaik bagi upaya pemberdayaan.

---

Indonesia reognised as a high potential of natural disaster country. The impact of the disasters is very significant  to  human  life  and  national  development. The  purpose  of  this  study  to  reveal  positive feeling  among  the  victims  of  Lombok,  Sulawesi,  and  bantennatural  disasters series.  The methode conducted  by  using education  combined with brainstorming,  story  telling,  and  disscussion. The paticipants were  refugees and survivors of various  age  (children, youth, and elderly) both male  and female  as  well  as  independent  and  government  volunteers.  The  study  was  conducted from August 2018untul  January  2019.  Generally  the  refugees  showed  negative  feelings  due  to  trauma  and individual  characteristic  (personality)  and  possibly  cultural  situation.  Hence,  there  were  a  little amount of them having stabiland positive mental condition. These positive feelings need to be spread out  in  order  that  the  other  survivors  together  could  identify  potentials  they  still  had. Systematic intervention are needed to develop the community and make them move, build, and contribute the best to empower themselves


Keywords


bencana alam, korban, perasaan positif.

Full Text:

PDF

References


Bandura, A. 2016. Moral Disengagement How People Do harm and Live with Themselves (First prin). Worth Publishers.

BPS Indonesia. 2017. Statistik Lingkungan Hidup Indonesia 2017. Buletin Tataruang BKPRN, 91(1), 186–189. https://doi.org/10.1016/0022-2364(91)90424-R

Karen Glanz, Barbara K. Rimer, K. V. 2017. Health Behavior and Health Education. In Jossey-Bass Inc (Vol. 107, Issue 5). https://doi.org/10.1016/S0033-3506(49)81524-1

Mann, C. L., Gillezeau, C. N., Massazza, A., Lyons, D. J., Tanaka, K., Yonekura, K., Sekine, H., Yanagisawa, R., & Katz, C. L. 2018. Fukushima Triple Disaster and the Road to Recovery: a Qualitative Exploration of Resilience in Internally Displaced Residents. Psychiatric Quarterly, 89(2), 383–397. https://doi.org/10.1007/s11126-017-9542-7

Moran, C., & Colless, E. 1995. Positive reactions following emergency and disaster responses. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 4(1), 55– 60. https://doi.org/10.1108/09653569510079050

Nemeth, D. G., Kuriansky, J., Reeder, K. P., Lewis, A., Marceaux, K., Whittington, T., Olivier, T. W., May, N. E., & Safier, J. A. 2012. Addressing anniversary reactions of trauma through group process: The Hurricane Katrina anniversary wellness workshops. International Journal of Group Psychotherapy, 62(1), 129–142. https://doi.org/10.1521/ijgp.2012.62.1.129

Nugroho, D. U., R, N. U. P., Rengganis, N. S., & Wigati, P. A. 2013. Sekolah Petra ( Penanganan Trauma ) Bagi Anak Korban Bencana Alam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 97–101.

Van Bentum, J. S., Sijbrandij, M., Huibers, M. J. H., Huisman, A., Arntz, A., Holmes, E. A., & Kerkhof, A. J. F. M. 2017. Treatment of intrusive suicidal imagery using eye movements. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(7), 1–15. https://doi.org/10.3390/ijerph14070714

Vázquez, C., Cervellón, P., Pérez-Sales, P., Vidales, D., & Gaborit, M. 2005. Positive emotions in earthquake survivors in El Salvador (2001). Journal of Anxiety Disorders, 19(3), 313–328. https://doi.org/10.1016/j.janxdis.2004.03.002

World Bank. 2016. Indonesia’s Rising Divide. The World bank.




DOI: https://doi.org/10.24853/assyifa.1.1.28-36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


As-Syifa :Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat

E-ISSN: 2722-2055

----------------------------------------------------------------------------

Diterbitkan oleh

Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Jl. KH. Ahmad Dahlan, Cireundeu, Ciputat

Tangerang Selatan, 15419, 
Email: jurnal.as-syifa@umj.ac.id

----------------------------------------------------------------------------

 


View My Stats
Powered by Puskom-UMJ