POLICING TERRORISM: PENDEKATAN PENCEGAHAN EKSTREMISME AGAMA DAN TERORISME

Wachid Ridwan

Abstract


Ancaman terorisme terhadap keamanan manusia tetap merupakan sebuah misteri baik bagi lembaga negara maupun non-negara dalam mencegah insiden mematikan. Bukan karena intelijen negara tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi terjadinya peristiwa-peristiwa berbahaya seperti itu, tetapi terorisme adalah gerakan klandestin yang cukup sulit untuk dikenali taktiknya. Aparat keamanan negara baik Tentara Nasional Indonesia maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu mendapat pelatihan khusus secara terus menerus tentang penanggulangan terorisme dalam melindungi seluruh warga negara dari ancaman teror. Negara harus membangun kapasitas terampil aparat keamanannya sedini mungkin untuk menyelamatkan kehidupan masyarakatnya. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam penanggulangan terorisme sangat signifikan karena mereka dapat menjadi sumber informasi utama dalam menggali fakta tindakan disekitar lingkungan tempat mereka tinggal. Para teroris tinggal ditengah-tengah masyarakat majemuk meski belum tentu berbaur karena tingkah laku mereka yang aneh dibandingkan warga biasa pada umumnya. Pemerintah perlu giat menggandeng masyarakat dalam menangani penanggulangan terorisme. Partisipasi ini dapat berupa intensifikasi kesadaran publik tentang bahaya ekstremisme agama dan terorisme serta bagaimana mencegah bahaya tersebut agar tidak memberi ruang pada segala macam kegiatan di masyarakat. Selain itu, aparat khusus penanggulangan terorisme harus benar-benar menjadi mitra sejati dengan bergotong royong dan saling percaya dengan masyarakat untuk bersama-sama mencegah segala upaya terorisme, inilah pemolisian terorisme (policing terorism). Pemolisian terorisme menunjukkan profesionalisme aparat kepolisian kontraterorisme dan partisipasi masyarakat dalam setiap langkah penanggulangan pelanggaran ekstremisme agama dan terorisme. Komunitas adalah mitra yang baik untuk informasi yang komprehensif, sementara personel polisi akan bertindak profesional dalam penegakan hukum. Perpaduan kedua pihak ini akan mampu menumbuhkan kerja efektif dalam penanganan kasus kontraterorisme di Indonesia.


Keywords


Community, Participation, Policing Terrorism, Professionalism, and Law Enforcement.

Full Text:

PDF

References


Amirrachman, Alpha, Andar Nubowo, Azaki Khoirudin. 2015. Islam Berkemajuan untuk Peradaban Dunia. Bandung. Mizan Media Utama.

Bogdan, R. C. & Bliken. 1992. Quality Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston. Allyn and Bacon Inc.

Bayley, D., & Weisburd, D. 2009. Cops and spooks: The role of the police in counterterrorism.

In D. Weisburd, T. Feucht, I. Hakimi, M. Lois, & S. Perry (Eds.), To protect and to serve: Policing in an age of terrorism (pp. 81–99). New York, NY: Springer.

Greene, J. R. 2011. Community policing and terrorism: Problems and prospects for local community security. In B. Forst & J. R. Greene (Eds.), Criminologists on terrorism and homeland security (pp. 208–244). Cambridge, UK: Cambridge University Press.

Hoffman, B. 2006. ‘Islam and the West: Searching for Common Ground’, Testimony presented

to the Senate Foreign Relations Committee on July 18, RAND Corporation testimony series.

Horgan, J. 2005. The Psychology of Terrorism. Routledge: London.

Hasisi, B. 2005. Policing and citizenship in a deeply-divided society: Police-minority relations in Israel. Unpublished doctoral dissertation, University of Haifa, Israel.

Herzog, S. 2001. Militarization and demilitarization processes in the Israeli and American police forces: Organizational and social aspects. Policing and Society, 11, 181–208.

Strauss, Anselm & Juliet Corbin. 1998. Basics of Qualitative Research Techniques and

Procedures for Developing Grounded Theory (2nd edition). London: Sage Publications.

Weisburd, D., Feucht, T., Hakimi, I., Mock, L. F., & Perry, S. (Eds.). 2009. To protect and to

serve: Policing in an age of terrorism. New York, NY: Springer.

Websites:

Tempo. 22/9/2002. “Hamzah Janji Lindungi Ba’asyir” melalui http://tempo.co.id/harian/fokus/123/2,1,29,id.html [19/10/2015]

EUR-Lex Access to European Union Law. 29/07/2015. “More effective extradition procedures: European arrest warrant” melalui http://europa.eu/legislation_summaries/justice_freedom_security/judicial_cooperation_in_criminal_matters/l33167_en.htm [19/10/2015]

Artikel Abdul Hakim Garuda Nusantara. “Mengagas UU Terorisme: Perspektif Hak Asasi Manusia” melalui http://journal.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/1227 [2/12/2015]

Artikel Romli Atmasasmita. “Menyikapi Terorisme Internasional” melalui http://www.alkindangi.blogspot.co.id/2009/05/artikel-terorisme.html [2/12/2015]

Keputusan Presiden tentang Kontraterorisme melalui http://old.bappenas.go.id/get-file-server/node/5638/ [10/2/2016]

Pengamanan Obyek Vital (PamObvit) melalui http://prokum.esdm.go.id/keppres/2004/Keppres%2063%202004.pdf [11/2/2016]

Memorandum of Understanding Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui http://dfat.gov.au/geo/indonesia/Pages/agreement-between-the-republic-of-indonesia-and-australia-on-the-framework-for-security-cooperation.aspx [11/2/2016]

Dokumen Lombok treaty melalui http://www.austlii.edu.au/au/other/dfat/treaties/2008/3.html [11/2/2016]

Memorandum of Understanding Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia melalui http://www.interpol.go.id/en/legal-matter/mou/australia/228-penanggulangan-kejahatan-lintas-negara-dan-pengembangan-kerjasama-kepolisian?format=pdf dan http://www.interpol.go.id/en/legal-matter/mou/australia/228-penanggulangan-kejahatan-lintas-negara-dan-pengembangan-kerjasama-kepolisian [11/2/2016]

Cyntia Lum melalui http://www.rutgerscps.org/publications/Lum_Terrorism_Review.pdf [13/12/2015]

Javed Aziz Khan melalui https://javedazizkhan.wordpress.com/ [14/10/2017]

Partisipasi melalui http://www.academia.edu/6900572/Efektivitas_Rezim_Internasiona [13/12/2015]

https://nasional.tempo.co/read/896939/di-depan-uskup-buya-syafii-beberkan-bahaya-arabisme-sesat [10/03/2018]

https://www.jpnn.com/news/para-pentolan-aksi-bela-islam-ii-salahkan-aparat [11/03/2018]

https://worldview.stratfor.com/article/how-1979-siege-mecca-haunts-house-saud [11/03/2018]

http://eng.majalla.com/2009/11/article5510978/the-dream-that-became-a-nightmare [12/03/2018]




DOI: https://doi.org/10.24853/independen.2.1.41-50

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Indexed by:

Google ScholarGarba Rujukan Digital(Garuda)


Jurnal INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global (e-ISSN:2721-9755).

 

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License
Powered by Puskom-UMJ