Determinan Kemandirian Keuangan Daerah

Andini Marselina, Eva Herianti

Abstract


The dependency level of regional governments’ financial on central government is quite high, directing this study to further analyze its determinants. This study employs quantitative method with secondary data from the realization reports of regional expenditure revenues in the form of balance sheets and governmental financial reports. 156 reports during 2016-2018 from 56 regencies and cities on the island of Kalimantan are chosen with purposive sampling. The results show that capital expenditures, regional taxes and general allocation funds simultaneously have significant effect on regional government’s financial independence. Partially, capital expenditures and regional taxes also have significant effect on regional government’s financial independence, while general allocation fund has insignificant effect on regional government’s financial independence.

Keywords


Capital Expenditure, Local Tax, General Allocation Fund, Regional Finance Independence

Full Text:

PDF

References


Andriani, R. N. R., & Wahid, N. N. (2018). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap kemandirian keuangan daerah. Jurnal Akuntansi, 13(1).

Antari, N. P. G. S., & Sedana, I. B. P. (2018). Pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. E-Jurnal Manajemen Unud, 5(2).

Ariani, R. K., & Putri, A. G. (2016). Pengaruh belanja modal dan dana alokasi umum terhadap tingkat kemadirian keuangan daerah. Syariah Paper Accounting FEB UMS.

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Keuangan Pemerintahan Kabupaten/Kota Jawa Barat Tahun 2015. BPS Jawa Barat.

Darmayasa, N.I, & Bagiada, M.I. (2013). Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Dan Bagi Hasil Pajak Sebagai Penopang Kemandirian Keuangan Daerah. Jurnal Bisnis dan Kewirausahaan, 9(2), 121-129.

Darwis, E. R. T. (2015). Pengaruh Belanja Modal Dan Belanja Pegawai Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Pada Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Akuntansi, 3(1), 1 – 23.

Febriayanti, F., & Faris, M. (2019). Pengaruh Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Pada Pemerintah Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2015-2017. Jurnal Ilmiah Akuntansi Peradaban, 5(2), 162-175.

Halim, A. (2016). Manajemen keuangan sektor publik. Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A., & Kusufi, M.S. (2014). Teori, konsep dan aplikasi akuntansi sektor publik. Jakarta: Salemba Empat.

Halim, A. & Kusufi, M.S. (2012). Akutansi keuangan daerah. Edisi 4. Jakarta: Salemba Empat.

Lestari, A., Dali, N. & Abdullah, M. (2016). Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Modal Dan Kemandirian Keuangan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Progren Ekonomi Pembangunan. 2(1), 44-55.

Marizka, R. (2013). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat (Tahun 2006 – 2011). Jurnal Akuntansi, 1(3), 2 – 22.

Nindita, N. L. & Rahayu, S. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Serta Belanja Modal Terhadap Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat. Jurnal Wacana Kinerja, 2(1), 12 – 19.

Novalistia, L. R. (2016). Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah dan bagi hasil pajak terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada pemerintahan Kabupaten atau Kota Di Provinsi Jawa Tengah. Journal Of Accounting. 2(2), 1 – 25.

Novitasari, M. & Novitasari, L. (2019). Pengaruh Pajak, Retribusi, DBH, Belanja Modal, dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemandirian Daerah. Inventory: Jurnal Akuntansi, 3(2), 174 – 186.

Nggilu, F., Sabijono, H., & Tirayoh, V. (2016). Pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap kemandirian keuangan daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Gorontalo. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 16(4), 623-635.

Sari, I. (2015). Pengaruh dana alokasi umum, dana alokasi khusus dan belanja modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah (studi kasus pada Kabupaten/Kota di DIY periode 2007-2014). Universitas PGRI Yogyakarta. 1 – 12.

Sunarto & Sunyoto, Y. (2016). Pengaruh Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Kemadirian Daerah yang Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah. Dharma Ekonomi, 23(43), 13 – 22.

Sanga, K.P., Hermanto, S.B., & Handayani, N. (2017). Pengaruh Penerimaan Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Daerah Dengan Belanja Modal Sebagai Variabel Intervening. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. 19(2), 67 – 81.

Susianti, D., Murhabban, & Zulkarnaini. (2017). Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah Terhadap Tingkat Kemandirian Daerah (Survei di Kota Lhokseumawe). Jurnal Akuntansi dan Pembangunan, 3(1), 15-27.

Ulandari, I. A. N., & Purbadharmaja, I. B. P. (2018). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemandirian Keuangan Daerah dan Kesejahteraan Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Bali. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 8(1), 1 – 31.

Viphrindratin, S., & Cahyo, H. (2016). Analysis of Economic Performance as the Independence Indicators of Government in East Java Province. Rev. Integr. Bus. Econ. Res, 5(2), 272-285.

Olivia, D. (2020). Alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam dalam Kerangka Penyelenggaraan Desentralisasi. Kadarkum: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 85-93.

Hardini, H. K. (2016). Efektivitas Desentralisasi Ekonomi Pengelolaan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB-P2) Perdesaan dan Perkotaan (P2) oleh Pemerintah Daerah (Studi Pada Pemerintah Daerah Kota Batu). Jurnal Transformative, 2(2), 108-127.




DOI: https://doi.org/10.24853/jago.2.2.110-118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Akuntansi dan Governance Indexed by:

Google ScholarGarba Rujukan Digital(Garuda)CrossrefBielefeld Academic Search Engine (BASE)


Copyright of Jurnal Akuntansi dan Governance (e-ISSN:2745-4711).

Crossref logo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

Powered by Puskom-UMJ