Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan dalam Deteksi Gangguan Penglihatan
Abstract
Latar Belakang: Kasus katarak mengalami peningkatan hingga 78.478 kasus, salah satunya di Kabupaten Lamongan yaitu 1.763 kasus yang merupakan peringkat ke delapan dari seluruh Kabupaten dan Kota di Jawa Timur yang dilaporkan pada tahun 2022. Kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan dalam pendeteksian serta penanganan gangguan penglihatan dapat meningkatkan risiko angka kejadian kebutaan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan tenaga kesehatan dalam mendeteksi maupun menangani gangguan penglihatan melalui program basic eye examination. Metode: Pengabdian ini dilakukan di Rumah Sakit Mata KMU Lamongan selama dua bulan yaitu November-Desember 2023 dengan melibatkan 30 Puskesmas. Pengabdian ini diikuti oleh 152 tenaga kesehatan antara lain dokter, perawat, dan bidan. Monitoring dan evaluasi program dijalankan dengan melakukan pre-posttest disertai grup komunikasi daring. Hasil: Hasil dari pengabdian ini didapatkan mayoritas pengetahuan mitra meningkat sebesar 94,1% dari total jumlah orang (n=152). Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan pada tenaga kesehatan setelah diberikan pelatihan penanganan pertama pada gangguan mata dalam Program Basic Eye Examination.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Sihite PM, Halim A. World Report On Vision Impairments. World Health Organization. 2019.
Yusran M, Anggraini DI, Imanto M, Fauzi A. Edukasi Upaya Pencegahan Gangguan Kesehatan Mata di Rumah Sakit Harapan Bunda Kabupaten Lampung Tengah. JPM Ruwa Jurai. 2022;7(2):97–9.
Kusuma Wicitra R, Zamzam SKM M, Faridha Cahyani Fakultas Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Jl Raya Jenursari No D, Wonosari J, Wonocolo K, Timur J. Studi Deskriptif Gambaran Mengenai Kasus Katarak dan Refraksi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2022. Jenggala J Ris Pengemb dan Pelayanan Kesehat. 2023;2(1):2870–7976.
Plutzer MBB and E. Pengaruh Faktor Risiko Terjadinya Katarak Terhadap Katarak Senil Pada Petani di Wilayah Kerja Puskesmas Tempurejo Kabupaten Jember. Multi J. 2021;4(2):6.
Nagiri S. Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku tentang kebutaan akibat katarak dengan tingkat pendidikan pada pegawai bank danamon denpasar tahun 2018. Medicina (B Aires). 2020;50(3):605–8.
Rhodes L, Huisingh C, McGwin G, Mennemeyer S, Bregantini M, Patel N, et al. Eye Care Quality and Accessibility Improvement in the Community (EQUALITY): impact of an eye health education program on patient knowledge about glaucoma and attitudes about eye care. Patient Relat Outcome Meas. 2016;May(19):37–48.
Kurniawansyah IS, Sopyan I, Mita SR. Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Obat. Dharmakarya J Apl Ipteks untuk Masy. 2018;7(4):265–8.
Anggi R. Strategi Komunikasi Pada Screening Pasien Katarak. J Ekobistek. 2022;11(4):427–32.
Garg P, Reddy S, Nelluri C. Training the eye care team: principles and practice. Middle East Afr J Ophthalmol. 2022;21(2):128–33.
Hadavand MB, Heidary F, Heidary R, Gharebaghi R. Role of ophthalmic nurses in prevention of ophthalmic diseases. Med hypothesis, Discov Innov Ophthalmol J. 2018;2(4):92–5.
Chasanah SU. Peran Petugas Kesehatan Masyarakat Dalam Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu Pasca MDGS 2015. J Kesehat Masy Andalas. 2017;9(2):73–9.
Tandiyo DK, Ayu D, Lestari E, Landiasari DA. Peningkatan Pengetahuan Tenaga Medis PPK 1 Area Rumah Sakit UNS dalam Deteksi Dini dan Tata Laksana Glaukoma. Smart Soc Empower J. 2024;4(3):87–91.
Nasrul M, Nintyastuti IK, Suryani D, Affarah WS. Bakti Sosial Skrining Gangguan Penglihatan Pada Masyarakat di Pesisir Pantai Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. J Pengabdi Magister Pendidik IPA. 2024;7(1):252–5.
Al-Fariqi MZ, Setiawan D. Pengaruh Pengetahuan, Sikap, Dan Peran Tenaga Kesehatan Terhadap Pemberian Vitamin A. Nutr J Pangan,Gizi,Kesehatan. 2020;1(2):60–5.
Putri DN, Nasruddin NI, Tien. Sosialisasi Kesehatan Mata Pada Petugas Puskesmas di Kota Kendari. J Pengabdi Masy Meambo. 2025;4(1):50–5.
DOI: https://doi.org/10.24853/jaras.2.1.%25p
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexed by:
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.
Copyright of Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS) (e issn: 2986-8246)