Pengaruh Kombinasi Diet Tinggi Serat dan Senam Aerobik terhadap Penurunan Berat Badan

Taufik Maryusman, A'immatul Fauziyah, Iin Fatmawati, Nur Indah Firdausa, Siti Imtihanah

Abstract


Berat badan berlebih saat ini banyak ditakuti oleh orang yang ingin hidup sehat dan tampil menarik. Selain itu, masalah kesehatan sering muncul dikarenakan berat badan berlebih. Penanganan yang efisien salah satunya dengan cara kombinasi diet dan olahraga. Olahraga yang efektif adalah dengan olahraga secara aerobik, diantaranya senam aerobik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik dalam menurunkan berat badan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan randomized pre-post test control group design. Besar sampel 22 orang yang sebagian besar berusia lanjut. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberikan diet tinggi serat dan senam aerobik dan kelompok kontrol hanya diberikan senam aerobik. Diet tinggi serat diberikan penambahan buah yang mengandung tinggi serat berupa jambu klutuk dan apel merah per harinya. Untuk senam aerobik diberikan 3 kali/minggu dengan lama senam 30 menit. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum dan sesudah 2 minggu perlakuan. Rerata penurunan berat badan pada kelompok perlakuan sebesar 1.1 ± 0.005 kg dan kelompok kontrol sebesar 0.41± 0.07. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara sebelum dan sesudah perlakuan dan juga pada kelompok kontrol (p<0.05). Namun, tidak ada perbedaan penurunan berat badan yang bermakna (p<0.05) antara kelompok perlakuan dan kontrol. Dengan demikian kombinasi diet tinggi serat dan senam aerobik memiliki pengaruh terhadap penurunan berat badan. Diharapkan tenaga kesehatan selain menyelenggarakan senam bersama masyarakat, juga memberikan edukasi tentang pentingnya mengkonsumsi sayuran dan buah yang mengandung tinggi serat.

 

Kata Kunci: diet tinggi serat, senam aerobik, berat badan


Full Text:

PDF

References


Roemling C, Qaim M. Obesity trends and determinants in Indonesia. Appetite. 2012;58(3):1005–13.

World Health Organization. Obesity and Overweight. Geneva; 2004.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013.

Santoso MP. Serat Pangan (Dietary Fiber) dan Manfaatnya bagi Kesehatan. Magistra. 2011;23(75).

Handajani A, Roosihermiatie B, Maryani H. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pola Kematian Pada Penyakit Degeneratif di Indonesia. Bul Penelit Sist Kesehat. 2010;13:42–53.

Fatmah. Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga; 2010.

Dewantari NM. Efektivitas Senam Ayo Bangkit dan Diet Energi Rendah dalam Menurunkan Berat Badan. In: Prosiding Temu Ilmiah PERSAGI. 2009.

Sugiarti N, Noor Z. Pengaruh Program Olahraga Umum (Senam Aerobik) dan Khusus (Body Language dan Senam Aerobik) terhadap Penurunan Berat Badan. 2008;8(1):1–8.

Turner TF, Nance LM, Strickland WD, Malcolm RJ, Pechon S, O’Neil PM. Dietary adherence and satisfaction with a bean-based high-fiber weight loss diet: a pilot study. ISRN Obes [Internet]. 2013;2013:915415. Available from: http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=3901975&tool=pmcentrez&rendertype=abstract

Sharkey BJ. Kebugaran dan Kesehatan. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada; 2003.

Kelley GA, Kelley KS. Effects of diet, aerobic exercise, or both on non-HDL-C in adults: A meta-analysis of randomized controlled trials. Cholesterol. 2012;2012(1):1–6.




DOI: https://doi.org/10.24853/jkk.14.1.56-62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats website statistics
Powered by Puskom-UMJ