Hubungan Penyimpangan Waktu kerja terhadap Kelelahan Pada Pekerja di PT. Multi Sistim Komunikasi Proyek Apartemen Regatta Pluit Jakarta Utara 2009

Triana Srisantyorini, Fauzi Rohman

Abstract


Pembangunan yang terus meningkat di Indonesia memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas pekerjaan. Tingginya target pencapaian dalam proyek konstruksi seringkali memaksa pekerja bekerja ekstra, menciptakan penyimpangan waktu kerja. Studi ini dilakukan di PT Multi Sistim Komunikasi yang terlibat dalam proyek konstruksi Apartemen Regatta Pluit, Jakarta Utara. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penyimpangan waktu kerja dan tingkat kelelahan pada pekerja. Faktor-faktor seperti umur, masa kerja, jumlah jam penyimpangan waktu kerja, kebijakan perusahaan terkait penyimpangan waktu kerja, dan upaya perusahaan dalam mengatasi kelelahan diidentifikasi sebagai variabel independen yang mungkin memengaruhi tingkat kelelahan pekerja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian cross-sectional. Hasil analisis chi-square menunjukkan hubungan yang bermakna antara masa kerja dan jumlah jam penyimpangan waktu kerja dengan tingkat kelelahan pada pekerja. Sementara itu, variabel umur, kebijakan perusahaan terkait penyimpangan waktu kerja, dan upaya perusahaan dalam manajemen kelelahan pekerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya perusahaan memberikan perhatian khusus kepada pekerja dengan masa kerja lebih dari 24 bulan untuk menghindari penumpukan beban fisik akibat penyimpangan waktu kerja berlebihan. Upaya untuk mencegah perpanjangan waktu kerja yang melebihi kapasitas fisik pekerja diharapkan dapat mengurangi risiko penurunan kapasitas kerja akibat kelelahan.

Keywords


Pembangunan, Aktivitas Pekerjaan, Penyimpangan Waktu Kerja, Kelelahan Pekerja, Sistem Komunikasi

Full Text:

PDF

References


As'ad, Moh. (2003). Psikologi Industri. Universitas Gajah Mada Press: Yogyakarta.

Bart, Smet. (1994). Psikologi Kesehatan. PT Gramedia Widiasara Indonesia: Jakarta.

Gilmer, HB. (1966). Industrial Psychology. Tosho Printing. Co. Ltd: Tokyo.

Grandjean, E. (1985). Fitting the Task to the Man. Taylor and Francis Ltd: London.

Hamid, D. (2003). Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Durat Bahagia: Jakarta.

Hardina Fatma, Mira. (1999). Tinjauan Manajemen Penyelenggaraan Makanan. FKMUI: Depok.

Hasan, MI. (2003). Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Ghalia Indonesia: Jakarta.

Husni, Lalu. (2001). Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Jusuf, R.M.S. (2003). Rancangan dan Tanggap Darurat: Bunga Rampai Hiperkes dan KK. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Kennedy, H.G. (1987). Fatigue and Fatigability. The Lancet, May 16 PP 1145.

Munandar, As. (2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press): Jakarta.

Depnaker. (1992). Modul Kursus Hiperkes bagi Paramedis Perusahaan. Jakarta.

Nazir, Moh. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2001). Metodologi Penelitian Kesehatan, Cetakan Ketiga, Edisi Revisi. PT Rineka Cipta, Jakarta.

Nurmianto, E. (1996). Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Guna Widya: Jakarta.

Phoon, W.O. (1988). Practical Occupational Health. JWB Printer and Binders Pte. Ltd: Singapore.

Darwan, Prinst. (2005). Hukum Ketenaga-Kerjaan Indonesia. P.T Citra Aditya Bakti: Medan.

Praktiknya, A.W. (2002). Dasar-dasar Metodologi Kedokteran dan Kesehatan. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Buttler. S & Chalder. T. (1990). Researching Chronic Fatigue. Nursing Time, Vol. 86.47, 40-43.

Setyawati, L. (1993). Pengaruh Kelelahan Kerja Rahan Fisik dan Non Fisik terhadap Produktivitas Kerja. UGM: Yogyakarta.

Sritomo, Wignjosoebroto. (2000). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Penerbit Guna Widya: Surabaya.

Suma'mur. (1967). Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. C.V Haji Mas Agung: Jakarta.

Surat Edaran Menaker RI No. KEP. 608/ MEN/1989 tentang Pemberian izin Penyimpangan Waktu Kerja dan Waktu Istirahat Kerja.

WHO. (1996). Penuaan dan kapasitas kerja. Ahli Bahasa Mubesin Doewos EGC: Geneva.




DOI: https://doi.org/10.24853/jkk.6.1.19-36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats website statistics
Powered by Puskom-UMJ