Faktor Dominan Obesitas pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Tangerang Selatan Indonesia

Sugiatmi Sugiatmi, Dian Rini Handayani

Abstract


Penyakit degeneratif atau penyakit non infeksi merupakan salah satu implikasi kesehatan yang dapat terjadi kepada seseorang di masa depan sebagai akibat dari perilaku kesehatan di masa remaja. Oleh karena itu, sangat penting mengidentifikasi faktor penentu obesitas agar dapat diketahui upaya pencegahannya pada remaja. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui faktor penentu obesitas di kalangan siswa SMA di Tangerang Selatan. Data diperoleh dari survei cross sectional yang dilakukan di SMAN 7 Tangerang Selatan terhadap 131 siswa SMA yang dipilih dengan teknik sampling proportional stratified sampling. Responden dinilai obesitas jika Z-score IMT/U (kg/m2) lebih dari 2 standar deviasi dari standar acuan pertumbuhan. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Regresi logistik ganda digunakan untuk menganalisis faktor penentu obesitas. Hasil penelitian ini menunjukkan risiko obesitas lebih tinggi pada siswa yang memiliki aktivitas fisik rendah (OR = 2.39), rendahnya pengetahuan gizi (OR = 2.89), dan tingginya konsumsi makanan cepat saji (OR = 2.74). Penentu obesitas adalah pengetahuan gizi dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Risiko tertinggi adalah di kalangan siswa yang memiliki pengetahuan gizi rendah. Sekolah sebaiknya melakukan pelatihan tentang gizi dan makanan sehat secara teratur kepada siswa serta mengintegrasikan pengetahuan gizi ke dalam kurikulum sekolah untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa.

 

Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan


Full Text:

PDF

References


World Health Organization. Obesity and overweight [Internet]. 2017. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/

WHO. Obesity and Overweight. Glob Strateg Diet, Phys Act Heal. 2003;1–2.

Ogden CL, Carroll MD, Fryar CD, Flegal KM. Prevalence of Obesity Among Adults and Youth: United States, 2011–2014. Natl Cent Heal Stat. 2015;(219):2011–4.

Restuastuti T, Jihadi M, Ernalia Y. Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik terhadap Obesitas pada Remaja di SMA Negeri 5 Pekanbaru. J Online Mhs Fak Kedokt Univ Riau. 2016;3(1):1–20.

Zametkin AJ, Zoon CK, Klein HW, Munson S. Psychiatric Aspects of Child and Adolescent Obesity: A Review of the Past 10 Years. J Am Acad Child Adolesc [Internet]. 2004;43(2):134–50. Available from: http://www.jaacap.com/article/S0890-8567(09)61269-7/fulltext

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013.

Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan. EGC; 2014.

Indriawati R, Soraya F. Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Tingkat Aktivitas Fisik terhadap Obesitas pada Kelompok Usia 11-13 Tahun The Correlation Between Fast Food Consumption and Level of Physical. Mutiara Med. 2009;9(2):123–8.

Khomsan A. Pangan dan Gizi Untuk Kesehatan. Raja Grafindo Persada (Rajawali Pers); 2010.

Harrison MM, Morrel J, Hopman WM. Influence of obesity on outcome after knee arthroscopy. Arthrosc J Arthrosc Relat Surg [Internet]. 2004;20(7):691–5. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0749806304005894

World Health Organization. Maternal, newborn, child and adolescent health [Internet]. [cited 2018 Jan 22]. Available from: http://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/adolescence/development/en/

Kementerian Kesehatan RI. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. 2010. p. 40.

Khomsan A. Peranan Pangan dan Gizi Untuk Kualitas Hidup. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada; 2012.

Dwi Oktaviani W, Dian Saraswati L, Zen Rahfiludin M, Fkm Undip A, Bagian Epidemiologi dan Penyakit Tropik FKM UNDIP D, Bagian Gizi FKM UNDIP D. Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food, Aktivitas Fisik, Pola Konsumsi, Karakteristik Remaja dan Orang Tua dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) (Studi Kasus pada Siswa SMA Negeri 9 Semarang Tahun 2012). 2012;1(2):542–53.

Wilujengl LK. Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. 2003;

Manurung NK. Pengaruh Karakteristik Remaja, Genetik, Pendapatan keluarga, Pendidikan Ibu, Pola Makan dan Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Obesitas di SMU RK TRi Sakti Medan 2008. Tesis. Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Medan. 2009.

Bantarpraci S. Hubungan Karakteristik Individu, Aktivitas Fisik, Asupan Zat Gizi Makro (Asupan Energi, Protein, Lemak, dan Karbohidrat) dengan Obesitas di Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Tahun 2012. 2012;

Sharifirad G, Yarmohammadi P, Azadbakht L, Morowatisharifabad MA, Hassanzadeh A. Determinants of fast food consumption among iranian high school students based on planned behavior theory. J Obes. 2013;2013:147589.

Candra A, Wahyuni TD, Sutriningsih A. Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di SMA Laboratorium Malang. Nurs News J Ilm Mhs Keperawatan. 2016 Jul;1(1).

Musralianti F, Rattu AJM, Kaunang WPJ, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S. Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas Pada Siswa di SMP Kristen Eben Haezar 1 Manado. PHARMACON J Ilm Farm – UNSRAT. 2016;5(2).

Herlina O:, Se M, Kes. Hubungan Aktivitas Fisik Remaja dengan Kejadian Obesitas di SMKN 1 Sibolga Tahun 2012. J Maret. 2016;22(1).

Sudikno, Herdayati M, Besral. Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Orang Dewasa di Indonesia. Gizi Indones. 2010;33(1):37–49.




DOI: https://doi.org/10.24853/jkk.14.1.1-10

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats website statistics
Powered by Puskom-UMJ