Pengabdian kepada Masyarakat Peningkatan Pendapatan Komunitas Serayu Network Banjarnegara Melalui Produksi Kapsul Daun Kelor

Anwar Ma'ruf

Abstract


Tanaman kelor memiliki manfaat selain sebagai tanaman pencegah erosi, daun kelor juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Masyarakat di DAS Serayu sudah menanam Pohon kelor sebagai pengganti tanaman kentang yang menyebabkan terjadinya erosi tanah. Permasalahan yang dihadapi oleh Komunitas Serayu Network adalah belum adanya pengolahan produk daun kelor, sehingga pemasaran daun kelor belum dapat dilakukan. Kerjasama antara Tim Pelaksana Pengabdian UMP yang terdiri dari lintas disiplin ilmu bekerjasama dengan mitra komunitas Serayu Network melakukan kerjasama produksi kapsul daun kelor.  Dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunitas Serayu Network dalam produksi kapsul kelor, sehingga permasalahan pasar daun kelor dapat diatasi. Proses pembuatan kapsul daun kelor terdiri dari tahapan : penyortiran kapsul daun kelor, pengeringan daun kelor, pembubukan dan pengayakan daun kelor kering dan pengapsulan daun kelor. Proses pembuatan kapsul daun kelor mudah untuk dilakukan dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi. Penanaman pohon kelor dapat menjadi solusi untuk penggantian tanaman kentang di DAS Serayu, untuk mengurangi laju erosi, dengan pengolahan menjadi kapsul daun kelor. Perlu pendampingan lebih lanjut untuk control kualitas produk kapsul daun kelor dan manajemen pemasaran.


Keywords


Daun kelor; Serayu Network; kapsul daun kelor

Full Text:

PDF

References


Aminah, S., Ramdhan, T., dan Yanis, M. Kandungan Nutrisi dan Sifat

Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera). Jurnal: Buletin Pertanian

Perkotaan, 5 (2), 2015; 35 – 44.

Budiani, D. R., Muthmainah, Subandono, J., Sarsono, dan Martini.

Pemanfaatan Tepung Daun Kelor(Moringa oleifera) sebagai

Komponen Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Padat Gizi. Jurnal

Abdidas, 1(6), 2020; 16 - 24

Haidar, D. A., dan Hutama, F. S. Persepsi Masyarakat Jawa TerhadapTumbuhan Kelor Di Kecamatan AmbuluJember. FKIP E-Proceeding, 2016; 25–31.

Oyeyinka, A. T., and Oyeyinka, S. A. Moringa oleifera as a food fortificant: Recent trends and prospects. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences, 17(2), 2018; 127–136.

Saputra, A., Arfi, F., dan Yulian, M. Literature Review: Analisis fitokimia dan manfaat ekstrak daun kelor (Moringa oleifera). Anima, 2 (3), 2020; 114 - 119

Simbolan J.M., Simbolan, M., Katharina, N. Cegah Malnutrisi dengan Kelor. Yogyakarta: Kanisius. 2017.

Sulasmi, Khalishah, A.N., Mawarni, B., Hidayati, L., Sari. N. L. I., dan Dhiya, S.S. Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Untuk Mengatasi Anemia. Jurnal Pengemas Kesehatan, 2(1), 2023; 18 – 25.

Zuhra CF., Taringan J., Sihotang H. Aktivitas antioksidan senyawa flavonoid dari Daun Katuk. Jurnal Biologi Sumatera. 3(1), 2008; 7-10




DOI: https://doi.org/10.24853/jpmt.6.1.8-14

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



Copyright of Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT) (e-ISSN:2655-1446).

  Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Powered by Puskom-UMJ