ORIENTASI SEKSUAL NARAPIDANA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Vina Septia Nursana, Ninik Yunitri, S Slametiningsih

Abstract


Lembaga pemasyarakatan dapat menjadi lingkungan patologis yang menyebabkan berbagai masalah psikologis bagi narapidana. Perubahan orientasi seksual menjadi salah satu fenomena yang sering dialami oleh narapidana dikarenakan faktor lingkungan sosial yang mengharuskan narapidana hidup dengan sesama jenis dalam kurun waktu lama. Penyimpangan orientasi seksual pada narapidana masih belum banyak dieksplorasi akibat minimnya penelitian terkait topik ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena penyimpangan orientasi seksual pada narapidana di Lembaga pemasyarakatan. Menggunakan metode penelitian deskripsi analitik, sebanyak 287 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong dipilih secara acak untuk disurvei terkait orientasi seksualnya berdasarkan Kinsey scale test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar narapidana memiliki orientasi seksual heteroseksual namun hanya kebetulan menjadi homoseksual 178 (62%) dan eksklusif heteroseksual 94 (32.8%). Setiap penambahan satu tahun masa tahanan akan meningkatkan peluang narapidana mengalami perubahan orientasi seksual. Perlu adanya intervensi lanjut untuk membantu narapidana dengan masalah penyimpangan perilaku seksual.


References


Centers for Disease Control.2012. Hepatitis C and incarceration fact sheet. Atlanta, GA: Centers for Disease Control and Prevention

Clemmer, Donald. 1968. The Prison Community. New York–Chicago–San Francisco–Toronto–Lo- ndon: Holt, Rinehart & Winston.

Department of Justice. 2012. National Standards to Prevent, Detect, and Respond to Prison Rape, May 17, 2012, available at http://www.ojp.usdoj.gov/ programs/pdfs/prea_final_rule.pdf

Eigenberg, H. M. 1992. Homosexuality in Male Prisons: Demonstrating the Need for a Social Constructionist Approach. Criminal Justice Review, 17(2), 219234. https://doi.org/10.1177/073401689201700204

Gibson LE &Hensley C. 2013. The social construction of sexuality n prison. The prison journal, Vol. 93, No.3, pp. 355-70. DOI: 10.1177/0032885513490503

Heron M, Hoyert DL, et al. 2009. National Vital Statitstics Report 2009, 57(14):1–134.

Liem M, Kunst M. 2013. Is there a recognizable post-incarceration syndrome among released lifers. International Journal of Law and Psychiatry

Mahendra Adelia Ratri. 2015. Skripsi. Pengaruh Masa Pidana Terhadap Perubahan Orientasi Seksual Pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Surabaya. Diperoleh dari http://repository.unair.ac.id/22840/. Diakses pada tanggal 18 Februari 2018.

Maruschak L. 2006. HIV in prisons, 2004. Washington, DC: Bureau of Justice Statistics

Prince JD. 2006. Incarceration and hospital care. The Journal of Nervous and Mental Disease, 194(1):34–39

Sagarin E. 1976. Prison homosexuality and its effect on post-prison sexual behavior. Psychiatry. 39(3):245-57. doi: 10.1080/00332747.1976.11023894. PMID: 940899.

Schnittker J, Massoglia M, Uggen C. 2012. Out and down: Incarceration and psychiatric disorders. Journal of Health and Social Behavior, 53(4):448–464

Sykes, G. 1958/2007. The Society of Captives: A Study of a Maximum Security Prison. Princeton, NJ: Princeton University Press.




DOI: https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i1.1-6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Puskom-UMJ