BENANG MERAH TERBENTUKNYA POLA PERMUKIMAN DAN POLA HUNIAN DESA BALI MULA DIKAITKAN DENGAN ASPEK SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA STUDI KASUS: DESA PAKRAMAN JULAH, KECAMATAN TEJAKULA, BALI

Ari Widyati Purwantiasning

Abstract


ABSTRAK.  Desa Pakraman Julah merupakan salah satu desa adat tertua di Bali, desa ini sudah ada pada tahun caka 844 pada masa pemerintahan Sang Ratu Sri Ugrasena di Bali. Desa Pakraman Julah ini tepatnya terletak di Kecamatan Tejakula, Bali. Desa ini mempunyai keunikan tersendiri, dari adat istiadat, kebudayaan dan juga arsitektur yang dimilikinya seperti pola permukiman dan pola huniannya. Penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai sejauh mana aspek sosial, ekonomi dan budaya mempengaruhi dan berkaitan erat dengan terbentuknya pola permukiman dan pola hunian di Desa Pakraman  Julah ini. Pola permukiman pada Desa Pakraman Julah ini terbentuk karena didasari oleh adanya konsep “Nyegara Gunung”, yang ada di dalam adat istiadat dan filsafat masyarakat Bali. Di dalam filosofi Bali “Nyegara Gunung” adalah bahwa elemen antara laut dan gunung tidak dapat dipisahkan, dan menjadi satu kesatuan yang sejajar dan saling mendukung satu sama lainnya. Sementara itu pola hunian yang ada di dalam masyarakat Desa Pakraman Julah terbentuk karena adanya konsep “Rwa Bhineda” yaitu dua elemen/ hal yang bertentangan seperti: luan-teben; sakral-profan, hulu-hilir; utara-selatan; positif-negatif; dan sebagainya. Pola permukiman dan pola hunian yang terbentuk di dalam kehidupan masyarakat Desa Pakraman Julah maupun desa adat lainnya di Bali, tentunya secara tidak langsung di pengaruhi oleh aspek sosial, ekonomi dan budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Di dalam penelitian inilah akan dikaji lebih dalam mengenai kaitan dan hubungan timbal balik antara terbentuknya pola permukiman dan pola hunian di Desa Pakraman Julah ini dengan aspek sosial, ekonomi, dan budayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif yang mengedepankan pendekatan deduktif dalam analisis pembahasannya.

Kata Kunci: pola permukiman, pola hunian, aspek sosial, aspek ekonomi, aspek budaya

 

ABSTRACT.  Desa Pakraman Julah is one of the old traditional villages in Bali. This village has existed since 844 year of caka, during the reign of Queen Sri Urgrasena in Bali. Pakraman Julah Village is precisely located in Tejakula District, Bali. This village has its own uniqueness, from customs, culture and also its architecture such as the pattern of settlements and patterns of the dwelling. This study raises the issue of the extent to which social, economic and cultural aspects affect and is closely related to the formation of settlement patterns and patterns of the dwelling in this Pakraman Julah Village. The pattern of settlement in Pakraman Julah Village is formed because it is based on the concept of "Nyegara Gunung", which is in the customs and philosophy of Balinese society. In the Balinese philosophy "Nyegara Gunung" is that the elements between sea and mountain cannot be separated, and become a unity parallel and mutually supportive of each other. Meanwhile, the pattern of occupancy that existed in the community of Pakraman Julah Village was formed because of the concept of "Rwa Bhineda" ie two elements/ contradictory things such as luan-teben (outside-inside); sacred-profane, upstream-downstream; north-south; positive-negative; etc. The pattern of settlements and pattern of the dwelling that formed in the life of the community of Pakraman Julah Village and other traditional villages in Bali, of course, indirectly influenced by social, economic and cultural aspects of the community. In this research will be studied more deeply about the relationship and reciprocal relationship between the formation of settlement patterns and pattern of the dwelling in this Pakraman Julah Village with the social, economic, and cultural aspects. This study uses a qualitative comparative method that puts forward the deductive approach in the analysis of the discussion.

Keywords: pattern of settlement, pattern of dwelling, social aspects, economic aspects, cultural aspects


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24853/nalars.17.1.11-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

Directory of Open Access JournalGarba Rujukan Digital(Garuda)

Crossref

Base

Index Copernicus International (ICI)CiteFactorRoad

 

 

Web Analytics Made Easy - Statcounter

Visitor NALARs

Powered by Puskom-UMJ