ANALISIS KONSOLIDASI RUANG PUBLIK PADA KAWASAN KLASTER INDUSTRI KREATIF SONGKET TANGGA BUNTUNG SEBAGAI PENDUKUNG KONSEP SMART CITY DI KOTA PALEMBANG

Rizka Drastiani, Fuji Amalia, Sri Lilianti Komariah

Abstract


Ruang publik merupakan ruang dimana manusia berinteraksi satu sama lain. Ruang publik dapat berupa plaza, pedestrian, ruang pertokoan, jalan, taman, bahkan sarana peribadatan. Saat ini ruang publik diharapkan dapat menjadi ruang kota yang memberikan inspirasi publik untuk lebih cerdas, inovatif, kreatif dan mudah berkembang. Untuk meningkatkan kreativitas, dibutuhkan ruang publik kreatif (RPK). Ruang publik dalam konteks smart city berkorelasi dengan banyak elemen diantaranya ruang publik sebagai wadah berkreativitas dalam masyarakat selaku sumber daya manusia sebagai pendorong utama terbentuknya kota yang cerdas. Konsep Smart city dengan salah satu indikatornya smart economy saat ini menjadi salah satu pendukung aktifitas ekonomi kreatif pada sebuah kota. Istilah ekonomi kreatif dalam 10 tahun belakangan ini memberikan pengaruh dalam peningkatan peran dari penggiat industri kreatif dalam hal ini masyarakat di berbagai kota di Indonesia. Salah satunya adalah kota Palembang yang pernah masuk ke dalam 10 kota kreatif di Indonesia pada tahun 2019 dengan mengandalkan industri kreatif diantaranya kain tenun Songket. Sentra industri kerajinan Songket yang terkenal di Palembang adalah kawasan Tangga Buntung. Pada kawasan ini terdapat aglomerasi pengusaha sekaligus pengrajin Songket. Sebagai salah satu pusat industri kreatif, kawasan ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif magnet ekonomi, budaya dan pariwisata, namun kondisi ruang publik dan lingkungan yang cukup padat dan tidak tertata menjadikan kawasan ini sulit untuk dinikmati secara spasial. Metode Kualitatif dan wawancara digunakan guna menghimpun data kebutuhan dan langkah konsolidasi spasial seperti apa yang dibutuhkan sehingga menghasilkan rekomendasi solusi arahan desain ruang publik guna memperkuat karakteristik kawasan sentra industri songket Tangga Buntung


A public space is a space where people interact with each other. Public spaces can be in the form of plazas, pedestrians, shopping spaces, roads, parks, and even places of worship. Currently, public spaces are expected to become urban spaces that inspire the public to be smarter, more innovative, creative, and easier to develop. To increase creativity, creative public space (RPK) is needed. Public space in the context of a smart city is filled with many elements, including public space as a place for creativity and as a resource for human society, which is the main driver for the formation of a smart city. The Smart City concept with one of the indicators being a smart economy is currently one of the supporters of creative economic activity in a city. In the last 10 years, the term creative has had an influence on increasing the role of creative economy industry activists, in this case, communities in various cities in Indonesia. One of them is the city of Palembang, which was included among the 10 creative cities in Indonesia in 2019, relying on creative industries, including Songket woven fabric. The famous Songket Craft Industry Center in Palembang is the Tangga Buntung area. In this area, Songket entrepreneurs and craftsmen are agglomerated. As a creative industry center, it is hoped that this area can become an alternative economic, cultural and tourism magnet, however, the condition of public space and the environment which is quite dense and disorganized makes this area difficult to enjoy spatially. Qualitative methods and interviews were used to collect data on needs and what kind of spatial consolidation steps are needed to produce recommendations for solutions for public space design directions to strengthen the characteristics of the Tangga Buntung Songket industrial center area.


Keywords


Ruang publik; smart city; industri kreatif; songket; Tangga Buntung

Full Text:

PDF

References


Drastiani, R. (2014). Diajukan Oleh Rizka Drastiani 12/338241/PTK /8165.

Hasibuan, A., & Sulaiman, O. K. (2019). Smart Cit, Konsep Kota Cerdas Sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah Perkotaan Kabupaten/Kota, di Kota-Kota Besar Provinsi Sumatera Utara. Buletin Utama Teknik, 14(2), 127–135. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/but/article/view/1097

Ilham Nugroho, M., Ischak, M., & Arinta, R. S. (2022). Placemaking Pada Kawasan Cagar Budaya Perum Peruri Dengan Merespon Transit Oriented Development Placemaking in Perum Peruri Cultural Conservation Area By Responding To Transit Oriented Development. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 20(1), 58–68.

Jaffar, N., Harun, N. Z., & Abdullah, A. (2020). Enlivening the mosque as a public space for social sustainability of traditional Malay settlements. Planning Malaysia, 18(2), 145–157. https://doi.org/10.21837/pm.v18i12.750

khoerul ummah. (2022). No Titleהכי קשה לראות את מה שבאמת לנגד העינים. הארץ, 17(8.5.2017), 2003–2005.

Pratama, H. K., & Rusmanto, J. (2021). Eksistensi Pasar Sebagai Ruang Publik Penelitian Pasar Kahayan Kota Palangka Raya. Journal SOSIOLOGI, IV, 53–60. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JSOS/article/download/4174/3136

Putra, I. R. D. P., Riqey, A., & Khoirulloh, S. M. Z. (2020). Identifikasi Peralihan Aktivitas Terhadap Ruang Publik Di Makam Kembang Kuning. 8686, 351–354.

R, N. A. M., & Syaodih, E. (2021). Studi Pengembangan Ruang Publik Kreatif Kampung Blekok Rancabayawak. 113–121.

Rani, P., Chakraborty, M. K., Sah, R. P. R. P. R. P., Subhashi, A., Disna, R., UIP, P., Chaudhary, D. P., Kumar, A. A. A. A. A., Kumar, R. R., Singode, A., Mukri, G., Sah, R. P. R. P. R. P., Tiwana, U. S., Kumar, B., Madhav, P., Manigopa, C., Z, A. H., Anita, P., Rameshwar, P. S., … Kumar, A. A. A. A. A. (2020). No Titleالأنا والآخر ودوي زالغرب. Range Management and Agroforestry, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2017.06.020

Salamah, U.-, & Yananda, M. R. (2019). Constructing A Smart City Brand Identity: The Case of South Tangerang. Jurnal Komunikasi Indonesia, 7(3). https://doi.org/10.7454/jki.v7i3.9776

Santoso, B., Hidayah, R., & Sumardjito. (2012). Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkampungan Plemburan Tegal, Ngaglik Sleman. Inersia, 8(1), 1–14.

Thoha, A. F. K., & Al-Qarni, F. (2021). Optimization of Residential Mosque as The Public Space and Center of Community Activities. Masjiduna : Jurnal Ilmiah Stidki Ar-Rahma, 4(1), 1–8.

Tondi, M. L., & Setiati, T. W. (2022). Studi Elemen Ruang Terbuka Publik Terhadap Responsif Gender (Studi Kasus Koridor Jalan Jendral Sudirman Kota Palembang). Langkau Betang: Jurnal Arsitektur, 9(1), 100. https://doi.org/10.26418/lantang.v9i1.47928




DOI: https://doi.org/10.24853/nalars.23.2.119-130

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

Directory of Open Access JournalGarba Rujukan Digital(Garuda)

Crossref

Base

Index Copernicus International (ICI)CiteFactorRoad

 

 

Web Analytics Made Easy - Statcounter

Visitor NALARs

Powered by Puskom-UMJ