ANALISIS POLA KONFIGURASI RUANG TERBUKA KOTA DENGAN PENGGUNAAN METODA SPACE SYNTAX SEBAGAI SPATIAL LOGIC DAN SPACE USE

Muhammad Fajri Romdhoni

Abstract


ABSTRAK. Pengembangan kota Palembang terus berkembang sejak adanya kegiatan Pekan Olah Raga Nasional PON dan juga SEA Games yang dilaksanakan di kota Palembang. Saat ini Palembang terus berbenah diri dengan menyosong dilaksanakannya kegiatan olah raga Asean Games di tahun 2018 ini. Berbagai pengembangan fisik kota dari dibangunan jaringan LRT (light rapid transit), pembangunan pusat perbelanjaan dan juga hotel-hotel baru hingga peremajaan dan pembangunan ruang terbuka untuk menampung kegiatan spatial dan kegiatan baik masyarakat kota Palembang itu sendiri ataupun untuk kepentingan pariwisata kota Palembang. Perkembangan ruang kota tersebut dirasakan peneliti dikerjakan dengan terburu-buru dan tidak disertai dengan perencanaan yang matang, sehingga menghasilkan produk yang tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konfigurasi ruang terbuka yang ada di kota Palembang, dan lokasi dari penelitian tersebut adalah ruang terbuka yang sangat terkenal di kota palembang yaitu ruang terbuka kawasan Benteng Kuto Besak. Di dalam ruang terbuka BKB tersebut terdapat beberapa elemen yang tidak sesuai dengan konfigurasi ruang terbuka yang baik, dan ditinjau dari analisis space syntax yang berguna untuk mengukur kualitas spatial, terlihat bahwa di ruang terbuka BKB tersebut tercipta beberapa ruang-ruang mati dan elemen di kawasan tersebut yang cenderung melemahkan kualitas spatial yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat ruang gerak yang wajar di ruang terbuka BKB, di dalam arsitektur hal tersebut dikenal dengan istilah spatial logic yang berguna untuk melihat arah pengembangan ruang terbuka agar dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi space use konfigurasi ruang terbuka kota Palembang.

 

Kata kunci: ruang terbuka, Benteng Kuto Besak, space syntax, spatial logic, space use

 

ABSTRACT. The development of Palembang city has arisen since the National Sporting Event known as PON and also the Southeast Asian games known as SEA games thas is being held in the town. Nowadays the city has transformed itself and constantly changing for the preparation to hold another international sporting event known as Asian games in the year 2018. There are many development that is being done to the city from the building of the new infrastructure of Light Rapid Transit rails across the city and also the development of new shopping malls and even new hotels to the development of the towns open space that is a spatial spot that holds the public event and also has the particular needs to be developed to support the cities tourism. The researcher felt that development that is being done in the city is done carelessly and without careful planning and produces poor spatial products. This research purpose is to analyze the open space configuration carefully and the place that the research is being carried out is a well known open space in Palembang which is the open space of Benteng Kuto Besak, or that is well known as BKB. The elements inside BKB is not appropriate to the spatial configuration of good public space, and through the space syntax analysis to see the spatial quality we can see that there are dead spaces throughout the BKB area and the spatial elements inside the BKB are responsible for them. The purpose of this research is to understand the natural flow of space and to see the spatial logic that is intended for the BKB space. Through the spatial logic, we can also see the best space use designed for the BKB open space configuration pattern in Palembang.

 

Keywords: open space, Benteng Kuto Besak, space syntax, spatial logic, space use


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24853/nalars.17.2.113-128

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Puskom-UMJ

Statistik Jurnal

Flag Counter

Powered by Puskom-UMJ