PEMAKNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK TAMAN BUDAYA YOGYAKARTA SEBAGAI PUSAT KESENIAN DAN KEBUDAYAAN DI YOGYAKARTA

Serafiani Turkaemly Eka Putri

Abstract


ABSTRAK. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana makna ataupun nilai dari Taman Budaya Yogyakarta bagi masyarakat mengingat keberadaannya sebagai pusat kesenian dan kebudayaan di Yogyakarta. Setiap ruang publik seharusnya tidak hanya hadir secara fisik akan tetapi dapat memberi rasa atau makna tersendiri bagi kota (“places” matter most), bagaimana suatu ruang publik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kota akan adanya sebuah wadah interaksi sosial antar masyarakat. Taman Budaya Yogyakarta merupakan salah satu ruang publik yang dijadikan masyarakat sebagai tempat berekreasi serta aktivitas seni dan kebudayaan. Taman Budaya Yogyakarta atau yang dulu disebut dengan Purna Budaya, pertama kali dibangun pada tanggal 11 Maret 1977 di daerah kawasan Universitas Gadjah Mada. Taman Budaya dibangun kembali pada tahun 2002 di Kawasan Gondomanan. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara secara online melalui aplikasi WhatsApp serta metode studi pustaka. Hasilnya, diketahui bahwa Taman Budaya Yogyakarta memiliki makna kultural, makna sosial (interaksi individu dengan lingkungannya), makna pentingnya relasi antar manusia, dan memiliki makna harmonisasi kehidupan sosial dan budaya. Makna suatu ruang publik bisa terbentuk dari tatanan serta keadaaan fisik ruangnya.

 

Kata kunci: Makna, Ruang Terbuka Publik, Taman Budaya Yogyakarta

 

ABSTRACT. This study aims to find out how the meaning or value of the Taman Budaya Yogyakarta for the community, given its existence as a centre for arts and culture in Yogyakarta. Every public space should not only be physically present but can give a sense or meaning to the city ("place" matter most), how public space can meet the needs of the city community for a place of social interaction between communities. Taman Budaya Yogyakarta is one of the public spaces used by the community as a place of recreation and artistic and cultural activities. Taman Budaya Yogyakarta or formerly called Purna Budaya was first built on March 11, 1977, in the area of Gadjah Mada University. The Cultural Park was rebuilt in 2002 in the Gondomanan Region. The method used is to conduct online interviews through the WhatsApp application and literature study method. As a result, it is known that the Taman Budaya Yogyakarta has a cultural meaning, a social meaning (the interaction of individuals with their environment), the importance of relationships between people, and meaning of harmony in social and cultural life. The meaning of a public space can be formed from the physical structure and condition of the space.


Keywords: Meaning, Public Space, Taman Budaya Yogyakarta


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.24853/nalars.20.2.99-108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Powered by Puskom-UMJ

Statistik Jurnal

Flag Counter

Powered by Puskom-UMJ