KOMUNIKASI SIMBOLIK RITUAL ANDINGINGI: PESAN MASYARAKAT ADAT AMMATOA KAJANG TENTANG PENTINGNYA MENJAGA HUTAN

Ramadhani Arumningtyas, Andi Alimuddin Unde, Jeanny Maria Fatimah

Abstract


Masyarakat adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungannya. Salah satu tradisi yang masih rutin dilakukan oleh masyarakat dalam kaitannya dengan menjaga kelestarian alam adalah ritual Andingingi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna komunikasi simbolik dalam ritual Andingingi yang dilakukan oleh masyarakat adat Kajang dalam kaitannya dengan menjaga kelestarian hutan. Serta untuk menganalisis implikasi dari pesan-pesan simbolik tersebut terhadap perilaku masyarakat adat dalam menjaga hutan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tana Toa, Kecamatan Tana. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara mendalam. Masyarakat adat Ammatoa Kajang melakukan berbagai prosesi ritual Andingingi dengan menampilkan simbol-simbol yang pesan utamanya adalah tentang pelestarian alam. Hutan tidak hanya memiliki nilai sakral tetapi juga menopang kehidupan masyarakat adat. Masyarakat adat Ammatoa Kajang mengkomunikasikan pesan-pesan tentang pelestarian hutan dengan cara menginternalisasikan simbol-simbol tersebut ke dalam perilaku keseharian mereka. Masyarakat adat Kajang mengambil sumber daya alam secukupnya, mereka mengambil kayu seperlunya di hutan yang diperbolehkan untuk mengambil kayu (Borong Tattakang). Mereka terlibat dalam kegiatan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap kegiatan yang dapat merusak lingkungan sekitar.


Keywords


Kajang, Ritual Andingingi, Komunikasi Simbolik, Hutan Adat

Full Text:

PDF

References


Abdullah, A., & Cangara, H. (2014). Ammatoa: Komunitas Tradisional Kajang di Tengah Transformasi Komunikasi dan Informasi. KAREBA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 103-111.

Ahmadi, D. (2008). Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar. Jurnal Mediator. Vol. 9 No.2, Desember : 301-316.

https://doi.org/10.29313/mediator.v9i2.1115

Badewi Muhammad, H. (2018). Etika lingkungan dalam pasang ri kajang pada masyarakat adat Kajang. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol. 1, No. 2 Hal. 66-75 e-ISSN: 2614-0039

https://doi.org/10.12928/citizenship.v1i2.13619

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage: Thousand Oaks, CA.

Daryanto, dkk. (2015). Teori Komunikasi. Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Fahroji Fahmi, Rizki. (2022). Membayangkan Tanah Air di Alam: ‘Heimat’ dalam Relasi Manusia-Hutan di Jerman Selatan. Lembaran Antropologi, Vol.1 No.1 September: Hal 65-82 https://journal.ugm.ac.id/v3/LA/index

https://doi.org/10.22146/la.3493

Hafidz, A. (2013). Ammatoa dalam kelembagaan komunitas adat Kajang. Makassar: Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar dan De La Macca.

Haris, A. (2016). Sejarah Kajang. Yogyakarta: Lentera Kreasindo.

Hidayat, S. Bustan, & Bahri. (2022). Ritual Andingingi: Strategi Mempertahankan Kelestarian Alam pada Komunitas Kajang 2014-2020. Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah Vol. 20 No. 2, 1-8. ISSN: 1412-5870

Hijang, P. (2002). Pasang dan Kepemimpinan Ammatoa: Memahami Kembali Sistem Kepemimpinan Tradisional Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan di Kajang Sulawesi Selatan. Post conference draft for International Symposium of the Journal Antropolgy Indonesia, July 16-19

Hijjang, P, Jafar N, Muh K, Sanduan, Varis V, Amiluddin & Wulandari S. (2019). Pasang ri Kajang: Guidance Ammatoa Community Forest Management in South Sulawesi. Proceedings the 5th International Conferences on Cultural Studies, Udayana University Towards the Development of Trans Disciplinary Research Collaboration in the Era of Global Disruption. August: 200-210

Ichwan, M, Reskiani, Ulfa, Indah, Ayu Lestari, Makmur, A Nurul Ainun, Djafar & Eka Merdekawati. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Jurnal Ideas. Vol.7 No.4 Hal 133-141

https://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/495

https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.495

Kahar. (2017). Pola Perilaku Komunikasi Masyarakat di Kawasan Adat Ammatoa Kajang. Jurnal Komunikasi KAREBA. Volume 6, No.2, Juli- Desember: 361-370

https://journal.unhas.ac.id/index.php/kareba/issue/archive

https://doi.org/10.31947/kjik.v6i2.5339

Kurniawan, A. (2014). Pasanga Ri Kajang: Refleksi Penyusunan PERDA Masyarakat Adat Kajang. Post conference draft for Indonesian Legal Philosophy Association in Bina Nusantara University, July 12

Morrissan. (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Mukarom, Zaenal. (2020). Teori-teori Komunikasi. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.

Mulyana, D & Solatun. (2013). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurilmi. (2022). Ritual Akkattere Sebagai Kepercayaan Masyarakat Di Desa Tana Towa Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Unhas. Vol. 6, No. 1 Januari e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944

https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2741

Peraturan Daerah Bulukumba No.9 Tahun 2015 tentang Pengukuhan, Pengakuan Hak dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang. 2015.

Putri, Kinkin Y. S. (2017). Teori Komunikasi. Jakarta: Nerbitinbuku.com.

Raodah. (2021). Pasang ri kajang: nilai-nilai luhur kepercayaan komunitas adat kajang di kabupaten Bulukumba. Jurnal Walasuji. Volume 12, No.2, Desember: 243—258.

https://doi.org/10.36869/wjsb.v12i2.238

Ruliana, P & Lestari, P. (2019). Teori Komunikasi. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Sudarma, M. (2014). Antropologi untuk Komunikasi. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media.

Sulaeman. (2016). Komunikasi lingkungan: Fenomena Hutan Suku Naulu di Pedesaan. Ambon: LP2M IAIN.

Sudipa, N. (2023). Mitos Tenget dalam Pelestarian Lingkungan Hutan di Pura Puser Saab Nusa Penida, Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya. Volume 8, No.1, Maret: 47-52.

http://ojs.uhnsugriwa.ac.id/index.php/parbud/article/view/2349

https://doi.org/10.25078/pariwisata.v8i1.2349




DOI: https://doi.org/10.24853/pk.7.1.19-32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License


 

My Stats
Powered by Puskom-UMJ