KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR SIMBOLIK PADA BANGUNAN FASILITAS OLAHRAGA STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO

Muhammad Fauzan Adhima Faidir, Ashadi Ashadi

Abstract


ABSTRAK. Fasilitas olahraga adalah semua prasarana olahraga yang mencakup semua lapangan olahraga dan bangunan beserta perlengkapannya (sarana) untuk melaksanakan program kegiatan olahraga. Maka dari itu, penggunaan identitas pada bangunan tersebut diharapkan untuk memudahkan orang-orang dalam mengenal bangunan. Arsitektur simbolik merupakan perwujudan dari bentuk ekspresi dalam desain bangunan yang memiliki maksud dan tujuan memberikan informasi mengenasi identitas atau ciri dari bangunan. Bentuk informasi identitas bangunan dapat diwujudkan dengan menggunakan simbol yang dapat mewakili dari bangunan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan data primer berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan untuk mengetahui simbol bangunan di bangunan olahraga. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan cara mengamati beberapa elemen-elemen seperti lantai, dinding, dan atap bangunan olahraga yang diduga memiliki simbol yang memiliki ciri khas budaya. Maka penilitian ini bertujuan untuk memahami konsep simbolik yang mengandung makna dari unsur budaya Indonesia, serta penerapannya pada bangunan fasilitas olahraga. Dari hasil penelitian Arsitektur Simbolik penerapan pada bangunan stadion memiliki beberap hal penting dalam sebuah nilai – nilai sebuah bangunan, Elemen (atap, dinding, lantai) yang mengandung nilai-nilai secara fisik, bentuk dan makna akan membuat sebuah persepsi manusia, dan menjadi simbol yang dilestarikan karena memberikan sebuah konsep budaya dalam penyampaian pesan dari pemikiran manusia.

 

Kata Kunci: Arsitektur Simbolik, Kualitatif, Fasilitas Olahraga.

 

ABSTRACT. Sports facilities are all sports infrastructure that includes all sports fields and buildings along with their equipment (facilities) to carry out sports activity programs. Therefore, the use of identity in the building is expected to make it easier for people to recognize the building. Symbolic architecture is a manifestation of a form of expression in building design that has the intent and purpose of providing information about the identity or characteristics of the building. The form of building identity information can be realized by using symbols that can represent the building. The research method used in the research is descriptive qualitative. The data collection method was carried out with primary data in the form of observation, interviews, literature study, and documentation. The observation method is carried out to find out the building symbols in sports buildings. The data collection method in this research is by observing several elements such as floors, walls, and roofs of sports buildings that are thought to have symbols that have cultural characteristics. So this research aims to understand the symbolic concept that contains meaning from Indonesian cultural elements, as well as its application to sports facility buildings. From the results of the Symbolic Architecture research, the application to the stadium building has several important things in a building's values, Elements (roof, walls, floors) that contain physical values, shapes and meanings will be used in the building.

Keywords: Symbolic Architecture, Qualitative, Sports Facilities.


Full Text:

PDF

References


Dillistone, F.W. (2002). Daya Kekuatan Simbol, diterjemahkan oleh Widyamarta. Yogyakarta: Kanisius

Elfiandri. (2004). Makna Simbol Dalam Upacara Perkawinan (Masyarakat Adat Limakoto Kabupaten Kampar Riau). Riau: Yayasan Pusaka Riau.

Fashri, Fauzi. (2014). Pierre Bourdieu: Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta: Jalasutra.

Hujaeri, A. (2019). Estetika Islam: Arsitektur Masjid Perspektif Seyyed Hossein Nasr. Repository UIN Jakarta, 41.

Maryanto, A. 2007. Gelanggang Olahraga dan Fasilitas Pembelajaran.Jakarta. Universitas Mercu Buana.

Pallasmaa, J. (2018). Architecture as Experience: The Fusion of the World and the Self. Architectural Research in Finland, 2 (1), 9-17.

Ramli, S., & Santosa, H. (2020). Penilaian kualitas estetika elemen arsitektural bangunan Kolonial di Jalan Basuki Rahmat, Malang ARTEKS: Jurnal Teknik Arsitektur, 5 (1), 103.

Salura, Purnama. (2001). “Ber-arsitektur; Membuat, Menggunakan, Mengalami dan Memahami Arsitektur”, Architecture & Communication, Bandung.

Soeprapto, Riyadi. (2002). Interaksionisme Simbolik Perspektif Sosiologi Modern. Yogyakarta: Averroes Press dan Pustaka Pelajar.

Soedarsono P. (2000). Metafora dalam Arsitektur, Jurnal FTUI Volume 2 Nomor 2/2000, Jakarta.

Soepartono. (2000). Sarana Dan Prasarana Olahraga. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Wirjasantosa. (1984). Supervisi Pendidikan Olahraga. Jakarta: Universitas Indonesia

Yuswadi Saliya. (1999). Bentuk-bentuk Geometris yang sederhana, Topografi Tapak dan Teori Arsitektur Modern.




DOI: https://doi.org/10.24853/purwarupa.8.1.33-38

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXED BY:

Garba Rujukan Digital(Garuda)
Powered by Puskom-UMJ