KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN HUNIAN VERTIKAL (STUDY KASUS: RUMAH SUSUN PENGGILINGAN TOWER E, JAKARTA TIMUR)

Annisa Aulia Suwandi, Ratna Dewi Nur'aini

Abstract


Hunian vertikal dengan konsep arsitektur perilaku diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul pada masyarakat berpenghasilan rendah dengan menghadirkan hunian yang mewadahi karakteristik pola perilaku, kebiasaan, tradisi, budaya, maupun system kemasyarakatan lainnya, baik secara individu maupun kelompok masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Hunian Vertikal serta mengetahui bagaimana hubungan antara perilaku dengan setting ruang yang terjadi pada bangunan Hunian Vertikal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder yang dianalis menggunakan teori tingkat kebutuhan (Hirarchy Level of Needs) dari Abraham Maslow (1998) Dengan metode berupa pengamatan setting ruang serta pemetaan perilaku menggunakan metode behavioral mapping yang difokuskan pada unit hunian dan ruang komunal bangunan, serta setting ruang yang berhubungan dengan perilaku pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur perilaku pada bangunan hunian vertikal (rumah susun) dapat terlihat dari keterkaitan antara kebutuhan akan perilaku pengguna rumah susun dengan bentuk dan kondisi unit serta sarana dan prasarana yang ada.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jumlah Pengunjung


Powered by Puskom-UMJ