KONSELING REALITAS BERBASIS PESANTREN DAN WARGA BINAAN: UPAYA MEMPERSIAPKAN PRIBADI TANGGUH WARGA BINAAN

Authors

  • Alfiansyah Alfiansyah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ahmad Djaes Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ilham Asyam Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Dessy Indah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Putri Angellika Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ummah Karimah Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan warga binaan pribadi tangguh melalui penerapan konseling realitas berbasis pesantren di Lapas Kelas 1 Cipinang. Konseling realitas, yang berfokus pada pencapaian kebahagiaan dan kesejahteraan melalui perubahan perilaku dan pilihan, diadaptasi dalam konteks pemasyarakatan untuk membantu warga binaan mengenali dan mengatasi masalah mereka, memilih solusi yang lebih baik, serta mengembangkan keterampilan hidup yang diperlukan untuk sukses setelah masa tahanan. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam yang juga berfungsi sebagai komunitas sosial dan spiritual, menawarkan pendekatan holistik yang mencakup pendidikan agama, pembinaan karakter, dan keterampilan hidup. Dalam konteks ini, pesantren di Lapas Kelas 1 Cipinang menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan pertumbuhan pribadi, dengan fokus pada nilai-nilai moral dan etika. Program ini melibatkan kelas konseling, pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, serta kegiatan spiritual dan sosial untuk memperkuat aspek spiritual dan sosial. Evaluasi program menunjukkan hasil positif, termasuk peningkatan dalam perilaku sosial, keterampilan hidup, dan kesejahteraan emosional warga binaan, serta potensi pengurangan angka residivisme. Program ini berkontribusi pada kesiapan warga binaan untuk reintegrasi yang sukses ke masyarakat tanpa kembali ke aktivitas kriminal.Kata kunci: Konseling, Warga Binaan, dan Pribadi Tangguh

References

Wirastania, A., & Miftah Farid, D. A. (2021). Efektivitas Konseling Realita Terhadap Resiliensi Diri Mahasiswa. Jurnal Fokus Konseling, 7(1), 9–13.

Hek, T. K., Gani, P., Sudarso, A., Gomal, M., & Yanris, J. (2024). Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi Kreatif pada Narapidana di Lapas Pancur Batu , Medan. 3(2), 65–70.

Daud, A. (2016). Penanganan Masalah Konseli Melalui Konseling Realitas. 19(5), 1–23.

Sholichatun, Yulia. 2012. Hidup Setelah Menikah. Mengurai Emosi Positif dan Resiliensi Pada Wanita Tanpa Pasangan. Jurnal Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Glasser, W. (1998). Choice Theory: A New Psychology of Personal Freedom. HarperCollins.

Syamsuddin, S. (2017). Manajemen Pendidikan Pesantren: Teori dan Praktek. PT RajaGrafindo Persada.

Tohir, M. (2019). Peran Pesantren dalam Rehabilitasi Sosial: Studi Kasus di Lapas Kelas 1 Cipinang. Jurnal Pendidikan dan Sosial.

Sari, D. (2021). Penerapan Konseling Realitas dalam Program Rehabilitasi di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Psikologi Kriminal.

Amalia, R. (2022). Dampak Konseling Realitas terhadap Tingkat Kesiapan Warga Binaan di Lapas. Jurnal Penelitian Sosial.

Downloads

Published

2024-11-28