Gambaran Gejala Keracunan Kadar Timbal (Pb) pada Polisi Lalu Lintas di Polres Metro Jakarta Selatan Tahun 2015

Suherman Suherman, Rizky Gunawan Arridho

Abstract


Abstrak
Saat ini masalah pencemaran sudah sedemikian membahayakan lingkungan dan kesehatan.Kondisi
lingkungan tercemar menyebabkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya dapat
mempengaruhi kelangsungan hidup manusia.Pencemaran lingkungan terjadi sebagai akibat masuk
atau dimasukkannya sesuatu (makhluk hidup, zat, atau energi) kedalam lingkungan.Lingkungan
dikategorikan tercemar jika telah terjadi perubahan dan bergeser dari kondisi semula. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kadar timbal yang di sebabkan oleh polusi udara pada darah polisi lalu
lintas Polres metro Jakarta Selatan dengan menggunakan desain studi analisis deskriptif kuantitatif,
besar sampel sebanyak 30 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara.Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan dilaksanakan
pada bulan Mei - Juni 2015. Penelitian dimulai dengan melakukan observasi, kemudian pengisian
kuesioner dan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan kadar timbal. Hasil analisis didapatkan
rata rata umur polisi lalu lintas di Polres Metro Jakarta Selatan adalah 41 tahun, ≥ 41 tahun berjumlah
17 orang (56.7%) sedangkan yang < 41 tahun sebanyak 13 orang (43.3%), rata rata massa kerja polisi
lalu lintas di Polres ini adalah 21 tahun, < 21 tahun dengan jumlah 16 orang (53.3%) sedangkan yang
≥ 21 tahun berjumlah 14 orang (46.7%), tingkat lama kerja yang paling banyak adalah > 8 jam/hari
dengan jumlah 17 orang (56.7%) sedangkan yang bekerja < 8 jam/hari berjumlah 13 orang (43.3%).
Kebiasaan menggunakan masker saat bekerja dimana yang tidak menggunakan APD masker
berjumlah 16 orang (53.3%) sedangkan yang menggunakan APD masker sebanyak 14 orang (46.7%).
Kebiasaan merokok saat bekerja ditemukan yang merokok berjumlah 21 orang (70%) sedangkan
yang tidak merokok sebanyak 9 orang (30%).Ada tiga gejala yang paling banyak di alami oleh
responden masing masing adalah kejang otot (63.3%), pusing pusing (43.3%) dan sering mengantuk
(44%).Hasil pemeriksaan darah polisi lalu lintas adalah 5.60 µg/dL dengan pemeriksaan terendah 3.6
µg/dL dan hasil pemeriksaan tertinggi 7.7 µg/dL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
gejala yang paling banyak di alami oleh responden masing masing adalah kejang otot (63.3%), pusing
pusing (43.3%) dan sering mengantuk (44%) dan kadar timbal yang ada di dalam darah polisi lalu
lintas secara keseluruhan berada pada tahap normal apabila dibandingkan dengan standar.
Kata Kunci: Timbal, pencemaran udara, keracunandarah, polisi lalulintas




DOI: https://doi.org/10.24853/jkk.12.1.98-107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats website statistics
Powered by Puskom-UMJ