Uji Sensitifitas dan Spesifisitas Keluhan Penderita Diabetes Melitus Berdasarkan Keluhan dan Hasil Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS)

Irma irma, La Ode Alifariki, Adius Kusnan

Abstract


Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah penyakit tidak menular yang bersifat degeneratif dengan faktor predisposisi utamanya adalah gaya hidup dan faktor lingkungan serta perilaku. Life style yang kurang sehat seperti kurangnya aktivitas, tidak berolahraga secara teratur, kebiasaan merokok, obesitas dan konsumsi lemak atau kolesterol yang tinggi dan tidak terkontrol.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi DM dan mengukur tingkat keakuratan diagnosa DM berdasarkan keluhan utama dan khas yang dialami responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian deksriptif dengan pendekatan observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua warga masyarakat yang ada di RW I Kelurahan Jagir yang berumur di atas 30 tahun dengan jumlah sampel sebanyak 74 orang yang diambil dengan non random sampling yaitu dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi DM 9,5% dan nilai spesifitas dan sensitifitas keakuraratan penegakkan diagnosis berdasarkan keluhan responden adalah 85,71% dengan keluhan yang paling sering dialami dan dirasakan adalah polidipsia dan poliuria. Simpulan penelitian adalah seseorang dengan DM akan cenderung memiliki keluhan berupa yang berupa polidipsia, polifagia, dan poliuria.


Keywords


Diabetes Mellitus, Polidipsia, Polifagia, Poliuria

Full Text:

PDF

References


Crews RT, Yalla S V., Fleischer AE, Wu SC. A growing troubling triad: Diabetes, aging, and falls. J Aging Res. 2013.

Perdana. Hubungan Durasi Terdiagnosis Diabetes Mellitus Tipe 2 dan Kadar HbA1C dengan Derajat Retinopati Diabetik Pada Pasien yang Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis di Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Medical Journal of Lampung University. Vol.7 No.2. 95-100.

Sharoh SM dan Salmiyati S. Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; 2017.

Wahyuni A dan Arisfa N. Senam Kaki Diabetik Efektif Meningkatkan Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. J IPTEKS Terap. 2016;9:155–64.

Nursyamsiah. Berdamai Dengan Diabetes. Jakarta: Bumi Medika; 2017.

Toruan, Karim D W. Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. JOM FKp. 2018;5(2). 137-145

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Balitbangkes RI; 2013.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Litbangkes; 2018.

Hanif A SI dan PD. 2016. Hubungan Senam Diabetes Terhadap Kadar Gula Darah Puasa dan 2 Jam Post Prandial Pasien DM Type 2. Jurnal Saintika Medika. Vol.12 No.1;43-48

Mabsusah. Kualitas Hidup (Quality od Life) Pasien Diabetes Mellitus di RSUD. DR. H. Slamet Martodirdjo Kabupaten Pamekasan Madura. Fakultas Psikologi dan Kesehatan. UIN Sunan Ampel Surabaya; 2016.

Maliya & Faradisi. Perbedaan Efektivitas Pemberian Terapi Murotal dengan Terapi Musik Klasik terhadap Penurunan Kecemasan pada Pasien Pre-operasi Fraktur Ekstremitas di Rumah Sakit dr. Moewardi Surakarta. In: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan PPNI Jawa Tengah. 2011.

PEKERNI. Consensus Pengendalian Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia; 2011.

Haryati dan Jelantik. Hubungan Faktor Risiko, Jenis Kelamin, Kegemukan, dan Hipertensi,dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskemas Mataram. Media Bina Ilmiah. 2014;8(1);39-44

Kautzky-Willer A, Harreiter J, Pacini G. Sex and Gender Differences in Risk, Pathophysiology and Complications of Type 2 Diabetes Mellitus. Endocr Rev [Internet]. 2016/05/09. 2016 Jun;37(3):278–316. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27159875

Sami W, Ansari T, Butt NS, Hamid MRA. Effect of diet on type 2 diabetes mellitus: A review. Int J Health Sci (Qassim) [Internet]. 2017;11(2):65–71. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28539866

Irawan. Prevalensi dan faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia. Prevalensi dan faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus Tipe 2 di Daerah Urban Indonesia. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia; 2014.

Putri. Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Nefropati Diabetik Pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD DR. M. Soewandhie Surabaya. J Berk Epidemiol. 2015;3(1):109–21.

Isnaini N, Ratnasari R. Faktor risiko mempengaruhi kejadian Diabetes mellitus tipe dua. J Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah. 2018;14(1):59–68.




DOI: https://doi.org/10.24853/jkk.16.1.25-34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View My Stats website statistics
Powered by Puskom-UMJ