"TENGGELAM DALAM DIAM" MENELISIK EKOKRITIK SASTRA DALAM BLUE ECONOMY INDONESIA

Rosita Sofyaningrum, Kuni Zakiyatul Malihah

Abstract


Penelitian ini mengkaji kerusakan lingkungan dalam karya sastra yang berdampak dalam kehidupan masyarakat pesisir utara pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kerusakan lingkungan, dampak, dan solusi untuk mengatasi kerusakan alam yang terjadi pada film dokumenter. Penanggulangan kerusakan alam dapat dilakukan dengan blue economy sebagai sustainable development, khususnya pada peningkatan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah film dokumenter berjudul “Tenggelam dalam Diam” karya WatchDoc Documentary Makers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dan konten film dokumenter. Hasil penelitian ini berupa hal-hal sebagai berikut. Pertama, gambaran bentuk kerusakan lingkungan meliputi (1) adanya pemanasan global, (2) banjir rob, (3) abrasi di daerah pesisir pantai, dan (4) kurangnya air bersih akibat air laut yang kotor. Kedua, dampak kerusakan lingkungan yang mengakibatkan (1) permukaan air laut yang semakin tinggi, (2) terjadi kemunduran garis pantai dan penurunan tanah, (3) hilangnya tambak ikan akibat abrasi, (4) lumpuhnya aktivitas warga sekitar pesisir, dan (5) produksi kain batik yang tidak maksimal. Ketiga, pentingnya blue economy dalam upaya mengatasi krisis iklim yang digambarkan dalam film dokumenter sebagai pembangunan berkelanjutan.

Keywords


Ekokritik Sastra; Ekonomi Biru; Film Dokumenter

Full Text:

PDF

References


Anwar, M. K. (2019). Bentuk Tindak Kriminal dan Kekerasan dalam Film Who Am I Karya Baran Bo Odar. Journal Skripsi, 1, 1–20.

Azuga, N. A. (2021). Kerentanan Kawasan Pesisir terhadap Bencana Kenaikan Muka Air Laut ( Sea Level Rise ) di Indonesia. Jurnal Tropimar, 3(2), 65–76.

Fajriani, A., & Susilawati. (2023). Literature Review : Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pesisir melalui Tanaman Mangrove. Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 56–65.

Garrard, G. (2004). Ecocriticsm. London and New York: Routledge.

Ghalidza, N. M. B. (2020). Konsep Blue Economy terhadap Pembangunan Ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 22(1), 27–31.

Handoyo, G., Suryoputro, A. A. D., & Subardjo, P. (2016). Genangan Banjir Rob di Kecamatan Semarang Utara. Jurnal Kelautan Tropis, 19(1), 55–59.

Ilsa, N. (2023). Blue Economy sebagai Upaya Mengatasi Dampak Perubahan Iklim pada Sektor Kemaritiman Indonesia. 1–6.

Magriyanti, A. A., & Rasminto, H. (2020). Film Dokumenter sebagai Media Informasi Kompetensi Keahlian SMK Negeri 11 Semarang. 13(2), 123–132.

Nanlohy, L. H., & Masniar, M. (2012). Manfaat Ekosistem Mangrove dalam Meningkatkan Kualitas Lingkungan Masyarakat Pesisir. 1–4.

Nasution, M. (2022). Potensi dan Tantangan Blue Economy dalam Mendukung Pertumbuhan Economy di Indonesia: Kajian Literatur The Potential and Challenges of The Blue Economy in Supporting. Budget, 7, 340–363.

Nurhakim, M., & Adi, A. E. (2019). Penyutradaan Film Dokumenter Membendung Laut tentang Upaya Rusjan dan Mashadi Merehabilitasi Hutan bakau di Dusun Pandansari. 6(3), 3406–3417.

Pertiwi, G., Abidin, Z., & Poerana, A. F. (2022). Kehancuran Ekosistem Laut Pada tayangan Film Dokumenter: Analisis Semiotika John Fiske dalam Mengungkap Kondisi Ekosistem Laut pada Film Seaspiracy Karya Ali Tabrizi. Open Journal Systems, 16(1978), 7727–7736.

Putra, D. P. E., & Astuti, S. I. (2022). Jurnalisme Advokasi dalam Film Dokumenter Tenggelam dalam Diam. Bandung Conference Series: Journalism, 126–130.

Ratmanto, A. (2018). , Gadjah Mada Journal of Humanities. Sasdaya, Gadjah Mada Journal of Humanities, 2(2), 405–414.

Sofyaningrum, R., Maulana, A. I., Sistiyaningrum, K., & Alfian, F. (2023). Blue Economy dan green economy: Kajian Ekokritik dalam Kumpulan Cerpen Pilihan. Suar Betang, 18(1), 105–121.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Sulistijani, E. (2018). Kearifan Lokal dalam Kumpulan Puisi Kidung Cisadane Karya Rini Intama (Kajian Ekokritik Sastra). NUSA, 13(1), 1–15.

Utami, C. D. (2010). Film Dokumenter sebagai Media Pelestari Tradisi. Jurnal Penelitian Seni Budaya, 2, 7–13.




DOI: https://doi.org/10.24853/pl.7.1.13-25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License

View My Stats

Copyright © 2019, PENA LITERASI : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,  e-ISSN: 2614-8226

 
Powered by Puskom-UMJ