Daya Terima dan Kandungan Gizi Mie Basah Berbasis Tepung Hati Ayam dan Tepung Talas Bogor

Desi Rohmalia, Nunung Cipta Dainy

Abstract


Latar Belakang: Kegemaran masyarakat untuk mengkonsumsi mie semakin meningkat. Peningkatan konsumsi mie instan sekitar 25% per tahun, pada awal tahun 2000 an angka tersebut diperkirakan terus meningkat sekitar 15% per tahun. Hal ini dapat menjadi peluang pengembangan usaha, sehingga perlu dilakukan peningkatan cita rasa dan kualitas. Bahan baku pembuatan mie adalah tepung terigu sehingga menambah jumlah impor tepung terigu, untuk mengurangi ketergantungan terhadap tepung terigu dalam pembuatan mie diperlukan alternatif substitusi tepung dari pangan lokal salah satunya tepung hati ayam dan tepung talas Bogor dimana hati ayam mengandung tinggi zat besi (Fe). Tujuan: Menganalisis daya terima dan kandungan gizi meliputi protein, lemak, karbohidrat, energi dan zat besi (Fe) mie basah berbasis tepung hati ayam dan tepung talas Bogor. Metode: Penelitian ini adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap. Uji organoleptik dan uji daya terima mie menggunakan metode kuesioner. Analisis data menggunakan kruskal wallis dan uji lanjut mann-whitney. Hasil: Terdapat perbedaan antara F0, F1, F2 dan F3 terhadap mutu warna, aroma dan tekstur, sedangkan mutu rasa tidak menunjukkan perbedaan. Pada uji hedonik didapatkan formulasi terpilih adalah F1 dengan nilai 4,23 (suka). Kandungan gizi mie formula F1 yaitu protein 12,67%, kadar lemak total 2,71%, karbohidrat 49,825%, energi 274,37 kkal dan zat besi (Fe) 5,03 mg. Simpulan: Formula terpilih pada penelitian ini adalah mie formula F1 yang mengandung zat besi (Fe) 5,03 mg. Penelitian selanjutnya disarankan dilakukan analisis lama penyimpanan dan juga pengontrolan lama perebusan mie basah.


Keywords


anemia; hati ayam; ibu hamil; mie; talas bogor

Full Text:

PDF

References


Billina A, Waluyo S, Suhandy DD. Kajian sifat fisik mie basah dengan penambahan rumput laut. J Tek Pertan LampungVol. 2014;4(2):109–16.

Rosalina L, Suyanto A, Yusuf M. Kadar Protein, Elastisitas, dan Mutu Hedonik Mie Basah dengan Substitusi Tepung Ganyong. J Pangan Dan Gizi. 2018;8(1):1–10.

Iriyanti S, Kristanto B, Antariksawati R. Daya Terima Mie Basah Dengan Substitusi Tepung Pisang Barangan. Gema Kesehat. 2021;13(1):40–53.

Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat DGM. Tabel Komposisi Pangan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017. 1–135 p.

Khoirunisa SM. Perbandingan Kadar Zat Besi (Fe) pada Hati Ayam Broiler dan Hati Ayam Kampung yang Dijual di Pasar Smep Secara Spektrofotometri Serapan Atom. J Anal Farm. 2021 Mar 8;5(1):64–72.

World Health Organization. Nutritional Anaemias : Tools for Effective Prevention. World Health Organization. 2017. 1–83 p.

Hardinsyah S. Ilmu Gizi Teori & Aplikasi. Jakarta: EGC; 2016.

Kemenkes RI. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018.

Suryani S, Heryani N, Nasution AFD. Pemberian Produk Olahan Berbasis Sumber Besi (Fe) terhadap Kadar Hemoglobin Ibu Hamil. J Keperawatan Silampari. 2022 Mar 2;5(2):758–63.

Razak M, Muntikah. Bahan Ajar Gizi Ilmu Teknologi Pangan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2017.

Lamusu D. Uji Organoleptik Jalangkote Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L) Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan. J Pengolah Pangan. 2018 Jun 30;3(1):9–15.

Nabila P, Dudung A, Prita D, Vitria M, Lintang Purwara. Pengembangan Biskuit MPASI Tinggi Besi dan Seng dari Tepung Kacang Tunggak (Vignia unguiculata L.) dan Hati Ayam. J Pangan dan Gizi. 2020;10(02):33–48.

Agustia FC, Subardjo YP, Sari HP. Pengembangan Biskuit Mocaf-Garut dengan Substitusi Hati Sebagai Alternatif Biskuit Tinggi Zat Besi untuk Balita. J Gizi dan Pangan. 2017 Jul 7;12(2):129–38.

Jayati RD, S. S, Agustina S. Perbandingan Daya Simpan dan Uji Organoleptik Mie Basah dari Berbagai Macam Bahan Alami. J Biosilampari. 2018;1(1).

Badan Standardisasi Nasional. SNI (Standar Nasional Indonesia) 2987:2015 tentang Syarat Mutu Mie Basah. Jakarta, Indonesia; 2015.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Repbulik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecupan Gizi yang dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 2019.

Kardina RN, Eka S A. Uji Daya Terima, Karakteristik Fisik, dan Mutu Gizi Mie Basah dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.). Med Technol Public Heal J. 2018 Aug 24;1(2):60–8.

Ningtyias FW, Fiamanatillah RF, Rohmawati NR. Kontribusi Zat Gizi Makan Siang Sekolah dan Kecukupan Gizi Terhadap Status Gizi Siswa di SD Al-Furqan Jember. Bul Penelit Sist Kesehat. 2020 Jan 22;22(4):265–71.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Pengawasan Klaim Pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Indonesia; 2016.

Santosa H, Handayani NA, Nuramelia C, Sukma NYT. Pemanfaatan hati ayam sebagai fortifikan zat besi dalam bubur bayi instan berbahan dasar ubi jalar ungu. Inov Tek Kim. 2016;1(1):27–34.




DOI: https://doi.org/10.24853/mjnf.4.1.1-13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

     

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

Copyright of Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (e issn: 2722-2942)

Powered by Puskom-UMJ