FENOMENA IMPLEMENTASI MONTESSORI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KREATIF UNTUK ANAK PRA SEKOLAH

Adynda Rosamanda Aisya, Widia Winata, Happy Indira Dewi

Abstract


ABSTRACT

Montessori is a primary curriculum implemented to be used appropriately and effectively. This research aims to find out: 1) The phenomenon of Montessori implementation as a creative learning medium for preschoolers. 2) The child's response when given learning media results from the Montessori method. The study authors used a qualitative method with a phenomenological approach. The study results: 1) Based on observations about Montessori as a creative learning medium to 10 preschoolers at The National Children's Creation School, it is known that 8 out of 10 preschoolers can master learning independently / individually using various materials provided. In addition, 2 out of 10 preschoolers lack mastered independent/individual learning. 2) Children's response when given learning media resulting from the Montessori method in this study is very diverse, with four correspondents giving different responses when given a variety of Montessori media. Some correspondents are interested in the media that Montessori is given, while there are correspondents who are not interested in the media that Montessori is given. Recommendations: 1) Teachers should develop more affective aspects, one of which is taking themes that occur in the real world of pre-school children so that children are more interested in participating in the learning process. 2) Further researchers are expected to conduct more in-depth research with the same theme to find new things that can later complement the shortcomings of the research that has been done.

 

ABSTRAK

Montessori merupakan sebuah kurikulum dasar yang dimana telah diterapkan agar dapat digunakan secara tepat dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Fenomena implementasi Montessori sebagai media pembelajaran kreatif untuk anak prasekolah. 2) Respons anak ketika diberikan media pembelajaran yang dihasilkan dari metode Montessori. Penelitian yang penulis gunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian: 1) Berdasarkan hasil observasi tentang Montessori sebagai media pembelajaran kreatif kepada 10 anak prasekolah di Sekolah Kreasi Anak Bangsa, diketahui 8 dari 10 anak prasekolah mampu menguasai pembelajaran secara mandiri/individual menggunakan berbagai material yang disediakan. Selain itu, 2 dari 10 anak prasekolah kurang menguasai pembelajaran secara mandiri/individual. 2) Respons anak ketika diberikan media pembelajaran yang dihasilkan dari metode Montessori pada penelitian ini sangat beragam, dari 4 koresponden memberikan respons yang berbeda-beda saat diberikan berbagai macam media Montessori. Ada koresponden yang tertarik dengan media yang Montessori yang diberikan sementara ada koresponden yang tidak tertarik dengan media yang Montessori yang diberikan. Rekomendasi: 1) Hendaknya guru lebih mengembangkan aspek afektif salah satunya yaitu mengambil tema yang terjadi dalam kehidupan dunia nyata anak Pra Sekolah sehingga anak-anak lebih tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran. 2) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengadakan penelitian yang lebih mendalam dengan tema yang sama, sehingga dapat menemukan hal-hal baru yang nantinya dapat melengkapi kekurangan pada penelitian yang telah dilakukan.

 


Keywords


Implementation; Montessori; Creative Learning Media; Preschoolers; Creativity; Implementasi; Montessori; Media Pembelajaran Kreatif; Anak Prasekolah; Kreativitas.

Full Text:

PDF

References


Ali, N. R., & Ismail. (2015). Analisis konsep Howard Gardner tentang kecerdasan majemuk (multiple intelligences) dan implikasinya terhadap pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak di TK Alam Alfa Kids Pati tahun ajaran 2014/2015 [Thesis, UIN Walisongo]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4590/

Arda Arda. (2015). Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Komputer Untuk Siswa SMP Kelas VIII. Mitra Sains, 3(1).

Arifin Tahir. (2014). Kebijakan publik dan transparansi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (1 ed.). Alfabeta.

Azhar Arsyad. (1997). Media pembelajaran. Raja Grafindo Persada.

Azkia, N., & Rohman, N. (2020). Analisis Metode Montessori dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas Rendah SD/MI. AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 1–14. https://doi.org/10.29240/jpd.v4i1.1411

Damayanti, P. (2018). Pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa kelas V pada Tema 3 Subtema 1 Pembelajaran 2 di SD Negeri Tegalrejo 2 [Skripsi, Sanata Dharma University]. https://repository.usd.ac.id/30042/

David Gettman. (2016). Metode pengajaran Montessori tingkat dasar: Aktivitas belajar untuk anak balita (Annisa Nuriowandari, Penerj.). Pustaka Pelajar.

Edwards, G. C. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Gall, M. D., Gall, J. P., Borg, W. R., & Gall, J. P. (2007). Educational research: An introduction (8 ed.). Pearson.

Gunawan, L., & Farid, M. (2014). Motivasi Intrinsik, Pola Asuh Orangtua Demokratis dan Kreativitas Anak Sekolah Dasar. Persona:Jurnal Psikologi Indonesia, 3(2). http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/view/378

Ihda Fadila. (2021, September 11). Yuk Kenalan dengan Metode Pendidikan Montessori yang Dianggap Lebih Modern. Hello Sehat. https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/perkembangan-balita/metode-pendidikan-montessori/

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mansur. (2005). Pendidikan anak usia dini dalam Islam (Kuswaidi Syafi’ie, Ed.). Pustaka Pelajar.

Nursisto. (1999). Karakteristik Bahasa Indonesia. Bumi Aksara.

Potts, N. L., & Mandleco, B. L. (2012). Pediatric nursing: Caring for children and their families.

Pratiwi, R. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Maria Montessori Untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Di Kelompok B Tk Ummi Erni Kec. Labuhan Deli Kab. Deli Serdang Ta 2018/2019 [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan]. http://repository.uinsu.ac.id/6684/

Pusat Kurikulum Diknas. (2007). Standar Isi Pendidikan Anak Usia Dini. Departemen Pendidikan Nasional.

Putra, P. C., & Pratitis, N. T. (2014). Hubungan Antara Keterbukaan Terhadap Pengalaman dan Efikasi Diri dengan Kreativitas. PERSONA: Jurnal Psikologi Indonesia, 3(3). http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/view/409

Rachman, M. (2009). Penelitian tindakan kelas (dalam bagan) (2 ed.). UNNES Press.

Ramadhanti, M., Sumantri, M. S., & Edwita, E. (2018). Pembelajaran Sentra dalam Membangun Kecerdasan Jamak di Sekolah Dasar. Journal of Elementary School (JOES), 1(1), 9–21. https://doi.org/10.31539/joes.v1i1.168

Rizky, D. A. (2020). Implementasi metode montessori dalam pembelajaran Matematika anak usia 3-4 tahun di PG-TK Ar-Raudhah Pepelegi [Undergraduate, UIN Sunan Ampel Surabaya]. Dalam Implementasi Metode Montessori Dalam Pembelajaran Matematika Anak Usia 3-4 Tahun Di PG-TK Ar-Raudhah Pepelegi (hlm. 1–114). http://digilib.uinsby.ac.id/44064/

Sadiman, A. S., & Miarso, Y. (1994). Definisi teknologi pendidikan: Satuan tugas definisi terminologi AECT (Cet. 2). Raja Grafindo Persada.

Santrock, J. W. (2023). Adolescence.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suradika, A. (2000). Metode Penelitian Sosial. UMJ Press.

Wihardit, K. (2011). Program Pendidikan Untuk Mengembangkan Kecerdasan Jamak Anak Di Taman Kanak-Kanak Ananda Tahun 2010 [Doctoral, Universitas Negeri Jakarta]. http://repository.ut.ac.id/2752/




DOI: https://doi.org/10.24853/instruksional.3.2.97-116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Powered by Puskom-UMJ